Menteri Investasi Bingung Anggaran Turun saat Target Dinaikkan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya mendapat arahan dari Presiden Jokowi untuk mencapai target investasi yang lebih tinggi dari 2021. Namun anggaran yang dialokasikan justru lebih rendah.

Diuraikannya, Presiden Jokowi meminta Kementerian Investasi mencapai target realisasi investasi 2022 sebesar Rp1.100-Rp1.200 triliun. Sedangkan, pagu indikatif Kementerian Investasi/BKPM pada 2022 sebesar Rp711,51 miliar. Anggaran itu dibagi menjadi dua program utama, yakni program dukungan manajemen sebesar Rp300,9 miliar dan belanja program sebesar Rp410,61 miliar. Sementara anggaran kementerian pada 2021 lebih tinggi yaitu sebesar Rp930 miliar.

"Kami jujur saja, anggaran Rp930 miliar itu target yang dikasih Bapak Presiden Rp900 triliun. Tetapi begitu naik ke Rp1.100-Rp1.200 triliun, anggaran kita turun. Jadi waktu masih badan (BKPM) anggaran kita tinggi, begitu jadi kementerian, anggaran kita diturunkan. Saya juga bingung," katanya dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR RI seperti dilansir dari Antara, Selasa 8 Juni 2021.

Baca juga: Pemerintah Revisi 4 Pasal Karet UU ITE

Dijelaskannya, sejumlah kegiatan prioritas Kementerian Investasi/BKPM pada 2022, diantaranya meningkatkan peringkat kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EoDB) ke peringkat 50-an dari yang saat ini di peringkat 72.

Kemudian, mencapai target realisasi investasi sebesar Rp1.100-Rp1.200 triliun, pengembangan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko sebagai implementasi UU Cipta Kerja serta memfasilitasi relokasi perusahaan ke Indonesia.

Selanjutnya, membuat roadmap hilirisasi investasi sumber daya alam, implementasi satgas percepatan investasi, penilaian kinerja PTSP dan percepatan pelaksanaan berusaha di tingkat pemda dan kementerian/lembaga juga penyusunan peta potensi investasi.

Ada pun saat ini sudah selesai peta potensi investasi untuk 23 provinsi. "Yang berikut adalah mendorong investasi besar untuk bermitra dengan UMKM," kata Bahlil. (Ant)