Menteri Investasi dukung keberadaan jaringan 5G di Indonesia timur

·Bacaan 2 menit

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mendukung perusahaan telekomunikasi memperluas jaringan 5G, khususnya di Makassar, Sulawesi Selatan, mengingat provinsi itu memiliki potensi besar untuk mendorong perekonomian nasional khususnya Indonesia timur.

"Dalam era pandemi ini, semua berubah dan semua memakai teknologi dan kehadiran Indosat Ooredoo merupakan solusi dan langkah tepat dalam memajukan perekonomian khususnya di wilayah Indonesia timur," kata Bahlil di Makassar, Sulsel, Jumat.

Hal tersebut disampaikan Bahlil saat acara peluncuran 5G Indosat Ooredoo di Makassar yang juga dihadiri oleh Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Director & Chief Operating Officer (COO) Indosat Ooredoo Vikram Sinha.

Menteri mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat membutuhkan dukungan teknologi yang andal dan berkualitas, sehingga teknologi 5G saat ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah dan pengusaha termasuk UMKM dalam upaya memudahkan dan melancarkan berbagai kegiatan.

Terkait dengan keberadaan jaringan 5G yang diluncurkan perusahaan telekomunikasi tersebut di Makassar, Bahlil menilai Sulawesi Selatan merupakan provinsi yang maju dan berkembang di luar Pulau Jawa dan memiliki potensi ekonomi yang luar biasa khususnya UMKM.

"Sulawesi Selatan juga sudah memiliki infrastruktur yang memadai dan untuk mendukung perekonomian semua sektor termasuk UMKM maka dibutuhkan 5G yang andal," katanya.

PLT Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan Makassar adalah kota penghubung untuk sejumlah provinsi dan kota di wilayah Indonesia timur sehingga keberadaan dan kebutuhan jaringan telekomunikasi handal seperti 5G sangat dibutuhkan.

"Tentunya, jaringan 5G sangat diperlukan untuk mendorong perekonomian Sulawesi Selatan dan pada akhirnya juga akan menumbuhkan perekonomian nasional secara umum," kata Andi.

Director & Chief Operating Officer (COO) Indosat Ooredoo Vikram Sinha mengatakan peluncuran 5G di Makassar adalah yang keempat setelah Solo, Jakarta, dan Surabaya.

Perusahaan, katanya, melihat keberadaan 5G sangat dibutuhkan di Indonesia dalam menciptakan visi Indonesia sebagai negara digital dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami akan mengambil peluang untuk mendukung dan membantu UMKM yang merupakan visa perusahaan untuk ikut membantu mendorong dan memajukan ekonomi Indonesia," kata Vikram.

Baca juga: Kolaborasi pemangku kepentingan penting untuk akselerasi 5G
Baca juga: Bahlil targetkan awal 2024 semua komitmen investasi UEA direalisasi
Baca juga: Indosat-Google luncurkan kemitraan percepat digitalisasi UMKM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel