Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono Harus Lebih Tangguh dari Susi Pudjiastuti

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom CORE Indonesia, Piter Abdullah meminta kepada Sakti Wahyu Trenggono untuk bermental baja saat menduduki posisi Menteri Kelautan dan Perikanan. Hal ini karena selama ini posisi Menteri Kelautan dan Perikanan selalu dibandingkan dengan sosok Susi Pudjiastuti.

"Untuk pengganti menteri KKP. Siapapun menterinya harus kuat (mental). Akan selalu dibandingkan dengan sosok Ibu Susi," ujar dia kepada Merdeka.com, Selasa (22/12).

Sebab, kata Piter, Susi Pudjiastuti dianggap telah menetapkan standar yang tinggi bagi seorang Menteri KKP. Dia pun menilai pesimis kemampuan Wahyu dalam mengemban amanah baru sebagai Menteri KKP.

"Bu Susi sudah menetapkan standard yang sangat tinggi untuk seorang menteri KKP. Sekarang terpulang kepada Pak Wahyu. Saya sendiri agak pesimis," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Sakti Wahyu Trenggono sebagai pengganti Edhy Prabowo di kursi Menteri Kelautan dan Perikanan. Trenggono merupakan politikus dan pengusaha di bidang telekomunikasi.

"Beliau sekarang ini memegang jabatan Wamenhan dan akan kita berikan tanggung jawab untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan," tutur Jokowi di veranda Istana Negara, Selasa (22/12/2020).

Lulusan Binus

Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Pusdatin, Pushanaiber, dan Balitbang Kementerian Pertahanan,  Rabu (13/11/2019). (Merdeka.com/ Ronald)
Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Pusdatin, Pushanaiber, dan Balitbang Kementerian Pertahanan, Rabu (13/11/2019). (Merdeka.com/ Ronald)

Sebagai informasi, Trenggono lulus dari Manajemen Informatika Universitas Bina Nusantara. Kemudian ia menamatkan gelar masternya di Teknik Industri Universitas Indonesia dan Manajemen Bisnis Institut Teknologi Bandung.

Trenggono memulai bisnis perangkat telekomunikasi melalui perusahaan PT Solusindo Kreasi Pratama. Trenggono juga mendirikan bisnis penyewaan menara base transceiver dengan PT Indonesian Tower. Ia terakhir mendirikan PT Teknologi Riset Global Investama yang bergerak di bidang telekomunikasi, teknologi, properti, media dan e-commerce.

Di bidang politik, Trenggono pernah berkarir di PAN. Ia menjabat sebagai Bendahara Umum PAN pada 2009-2014 era kepemimpinan Hatta Rajasa. Namun tak aktif pada 2013.

Trenggono kemudian ikut dalam barisan pendukung Jokowi-JK di Pilpres 2014. Kubu lawan bekas partainya. Trenggono menjadi tim ahli timses Jokowi-JK.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan berikut ini: