Menteri Kelautan minta sinergi pemda perhatikan pelabuhan perikanan

·Bacaan 1 menit

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono meminta kepada pemerintah daerah agar memperhatikan asetnya seperti pelabuhan perikanannya agar pendapatan masyarakat meningkat.

"Pelabuhan perikanan itu aset daerah yang harus diperhatikan. Semua pihak punya tanggung jawab masing-masing," ujar Sakti Wahyu Trenggono saat berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Untia Makassar, Jumat.

Menteri KP yang didampingi Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berharap agar pemerintah daerah terus berinovasi agar pendapatan masyarakat khususnya nelayan bisa meningkat.

Dia juga mengajak kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kota agar bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mengembangkan potensi daerah dan bersama-sama menggiatkan produktivitas tangkap ikan yang potensial.

"Ayo bersama-sama kita giatkan produktivitas tangkap ikan yang potensial ini, pemerintah pusat siap bersinergi dengan pemerintah provinsi atau kota," katanya.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang mendampingi memantau langsung dermaga mengatakan pelabuhan Untia mengaku siap, apalagi jika didukung pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Ini adalah tempat strategis yang memiliki nilai. Ini tempat yang punya nilai banyak dan sangat potensial untuk peningkatan produktivitas tangkap ikan. Hanya saja memang dibutuhkan konsep dan kesepahaman dalam mengelola tempat ini," ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono juga berbincang langsung dengan beberapa nelayan untuk mengetahui kondisi ril yang dialami para nelayan tangkap tersebut.

Bahkan beberapa nelayan berharap ada kebijakan dan upaya-upaya pemerintah dalam menggeliatkan aktivitas di Pelabuhan Perikanan Untia Makassar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel