Menteri Keuangan: 3 Masalah APBN 2012

  • AEKI: Tiongkok Pasar Kopi Potensial Bagi Indonesia

    Antara

    Jakarta (Antara) - Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menyatakan Tiongkok merupakan pasar potensial ekspor biji kopi Indonesia dengan perkiraan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 20 persen. "Dalam waktu lima hingga 10 tahun medatang, Tiongkok akan menjadi pasar strategis bagi Indonesia, kita akan terus perhatikan karena memang potensial untuk masa mendatang," kata Ketua Umum AEKI, Irfan Anwar, saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa. ... …

  • 'Tokoh' Malaysia lebih peduli kreator mobil listrik Indonesia

    'Tokoh' Malaysia lebih peduli kreator mobil listrik Indonesia

    Merdeka.com
    'Tokoh' Malaysia lebih peduli kreator mobil listrik Indonesia

    MERDEKA.COM. Pada 22 November 2013, hati Ricky Elson berbunga-bunga. Kerja kerasnya bersama puluhan anggota tim bengkel modifikasi Kupu-Kupu Malam mendapat apresiasi dari pemerintah. Dua unit mobil listrik mereka, dinamai Gendis dan Selo, ditengok oleh Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta di pelataran Universitas Gadjah Mada. …

  • ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Jagat Pintar
    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Produsen asal Taiwan, ASUS, menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan meluncurkan tiga seri Zenfone sekaligus. Mereka adalah Zenfone 4, Zenfone 5 dan Zenfone 6. Ketiga ponsel tersebut mengusung prosesor buatan Intel, Atom. …

PLASADANA.COM - Pemerintah melaui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyampaikan pokok-pokok RUU Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 kepada DPR RI.

Laporan tersebut disampaikan dalam bentuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang sebelum disampaikan kepada DPR telah melalui pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, BPK telah memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas LKPP 2012. "Opini LKPP 2012 masih sama dengan LKPP 2011," ujar Chatib di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/7).

Adapun penyebab LKPP tersebut masih berstatus WDP, lanjut dia, disebabkan oleh beberapa permasalahan. Pertama, kata dia, terkait dengan penganggaran dan penggunaan belanja barang, belanja modal dan belanja bantuan sosial yang tidak sesuai ketentuan. Bahkan, penggunaan belanja pada 72 Kementerian/Lembaga terindikasi menyebabkan kerugian negara.

"Terkait hal tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan verifikasi atas ketepatan klasifikasi anggaran dan memberikan sanksi terhadap pelanggaran penggunaan anggaran," ujar Chatib di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/7).

Kedua, lanjut dia, pemerintah belum menelusuri keberadaan aset eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN. Selain itu, belum menyelesaikan penilaian aset atas aset properti eks kelolaan PT Perusahaan Pengelola Aset.

Ketiga, sambung dia, terkait permasalahan Sisa Anggaran Lebih. Ada perbedaan selisih antara catatan kas dengan fisik kas.

"Terkait hal ini, pemerintah akan melakukan monitoring transaksi kiriman uang dan menelusuri penyebab perbedaan tersebut," tandass Chatib.

Penulis: Heru Budhiarto

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...