Menteri Keuangan Sejumlah Negara "Walk Out" dari Rapat G20 karena Kehadiran Rusia

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Para menteri keuangan dari AS, Kanada, dan Inggris keluar atau walk out saat rapat G20, sebagai bentuk protes atas invasi Rusia di Ukraina.

Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak menyampaikan pada Rabu, pejabat Inggris, Kanada, dan AS meninggalkan rapat G20 di Washington, DC ketika delegasi Rusia berbicara.

"Kami bersatu dalam kecaman kami atas perang Rusia terhadap Ukraina dan akan mendorong koordinasi internasional yang lebih kuat untuk menghukum Rusia," tulis Sunak di Twitter, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (21/4).

Pejabat Ukraina yang hadir dalam rapat itu juga keluar dari rapat pejabat keuangan dari 20 negara perekonomian terbesar di dunia itu, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut kepada Reuters.

Awal pekan ini, pejabat Departemen Keuangan AS menyampaikan Menteri Keuangan AS, Janet Yellen akan berusaha menghindari kontak dengan pejabat Rusia yang berencana menghadiri beberapa agenda G20 secara virtual.

Selain Rishi Sunak, Menteri Keuangan Kanada yang juga Wakil Perdana Menteri Kanada, Christya Freeland juga keluar dari pertemuan pada Rabu tersebut.

"Pertemuan pekan ini di Washington seputar dukungan untuk perekonomian dunia - dan invasi ilegal Rusia di Ukraina merupakan ancaman besar terhadap perekonomian global. Rusia seharusnya tidak ikut serta atau dilibatkan dalam pertemuan-pertemuan ini," kata Freeland di Twitter.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki mendukung tindakan walk out tersebut, mengatakan itu merupakan "indikasi dari fakta bahwa Putin dan Rusia dikucilkan di panggung global".

"Presiden (AS) dan Menteri Yellen keduanya mengatakan kami tidak bisa berurusan seperti biasanya di G20 atau dalam banyak forum internasional karena itu berkaitan dengan Rusia," jelas Psaki kepada wartawan pada Rabu sore.

Sumber lain mengungkapkan kepada Reuters, Wakil Menteri Keuangan Rusia, Timur Maksimov menghadari rapat pada Rabu itu secara langsung, sementara Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov dan Gubernur Bank Sentral Rusia hadir secara virtual.

Kementerian Keuangan Rusia tidak menyinggung soal aksi walk-out tersebut dalam pernyataan yang diterbitkan setelah pertemuan, tapi mengutip Siluanov yang menyerukan agar G20 tidak mempolitisasi dialog antara anggotanya dan menekankan kelompok itu selalu fokus pada masalah ekonomi.

Siluanov juga mengeluhkan dampak sanksi Barat.

"Aspek lain dari krisis saat ini adalah merusak kepercayaan pada sistem moneter dan keuangan internasional yang ada," ujarnya.

"Keamanan cadangan internasional dan kemungkinan perdagangan bebas dan transaksi keuangan tidak lagi dijamin." [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel