Menteri: KKP berencana bangun dermaga di Pantai Sine Tulungagung

·Bacaan 2 menit

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membangun dermaga untuk pendaratan kapal nelayan yang berlabuh di Pantai Sine, Tulungagung, Jawa Timur.

"Pembangunan dermaga rencananya mulai dikerjakan pada 2022," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran pers diterima ANTARA di Tulungagung, Rabu.

Untuk memastikan rencana pembangunan itu, Trenggono telah melakukan kunjungan ke Pantai Sine, Tulungagung, bersamaan dengan agenda kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini di daerah itu pada Selasa (19/10/2021).

Selain dermaga, pemerintah juga akan membangun sejumlah sarana pendukung seperti pabrik es, ruang pendingin, serta SPBU khusus untuk nelayan.

Pengembangan pelabuhan perikanan pantai itu menggunakan dana yang sepenuhnya bersumber dari APBN. Proyeksinya, pembangunan seluruh infrastruktur dan sarana penunjang lain tuntas pada 2023.

Selain di Sine, pembangunan sarana serupa juga dibangun secara bertahap di wilayah pesisir Aceh hingga ujung Jawa Timur.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini dan Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat meninjau Pantai Sine, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (19/10/2021). ANTARA/Joko Purnomo/aa.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini dan Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat meninjau Pantai Sine, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (19/10/2021). ANTARA/Joko Purnomo/aa.

Rencana pembangunan itu pun mendapat sambutan hangat dari para nelayan. Mereka selama ini mengeluhkan kondisi pantai yang dangkal, sehingga kapal-kapal ikan mereka tidak bisa merapat ke tepi pantai. Padahal, di kawasan pesisir itu sudah terdapat fasilitas tempat pelelangan ikan.

"Dermaga akan membuat kapal-kapal kami bisa sandar dan logistik barang maupun hasil tangkapan bisa langsung dimuat ataupun dibongkar dari kapal," tutur Saiful Arifin, nelayan Pantai Sine.

Pria yang memiliki perahu berukuran 20 gross tonage itu harus bolak-balik menurunkan ikannya dengan menggunakan perahu kecil. Tentu memberangkatkan biaya operasional bongkar muat ikan.

"Selama ini, kami harus estafet menggunakan kapal kecil dan itu berdampak biaya pengeluaran yang membengkak," imbuhnya.

Senada, Anggia Erma Rini mendukung rencana pembangunan dermaga tersebut.

Ia berharap pembangunan dermaga akan membuat produksi ikan tangkap nelayan di Pantai Sine meningkat, sehingga kesejahteraan mereka juga ikut naik.

Anggia optimistis pembangunan dermaga juga tidak akan memengaruhi nelayan yang mencari ikan dengan jaring tarik. Sebab, pemerintah tentu akan memperhitungkan titik lokasi yang akan dibangun dermaga, tanpa mengganggu area penebaran jaring tarik nelayan.

"Saya kira tidak akan mengganggu aktivitas nelayan jenis ini," ujarnya.

Baca juga: Menteri KKP: Sentuhan inovasi lesatkan daya saing produk perikanan
Baca juga: KKP-Food Bank of Indonesia buat kampanye gencarkan konsumsi ikan
Baca juga: Dukung nelayan tradisional, KKP akan bangun dermaga di Tulungagung

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel