Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Imbau Masyarakat Aktif Tanam Mangrove

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, mengimbau kepada masyarakat agar turut serta menanam dan menjaga kawasan mangrove. Hal ini disampaikannya dalam acara pelantikan TB Haeru Rahayu menjadi Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL).

"Dalam menjaga kelestarian lingkungan, PRL dapat mengadopsi pola yang dipakai masyarakat (local wisdom)," kata menteri Trenggono dalam keterangan resminya pada Kamis (14/1/2021).

Selain itu, ia juga menegaskan Haeru untuk menjalankan tugas secara cepat dan cermat khususnya soal kesejahteraan petambak garam, hingga menyusun brief note untuk pengambilan kebijakan tentang barang muatan kapal tenggelam (BMKT), kawasan konservasi yang dikelola KKP, mangrove, penataan ruang laut dan zonasinya, dan Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR).

Selain itu, ia meminta Dirjen PRL untuk berinovasi dalam menumbuhkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang tidak sebatas berbasis proses izin, melainkan lewat persentase keuntungan dari pemanfaatan sumber daya alam yang diolah setiap tahunnya.

"Dengan demikian, program dan kegiatan pembangunan kelautan dan perikanan dapat ter-deliver dengan tepat sasaran dan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya.

Menteri Trenggono menjelaskan, jabatan Dirjen PRL punya peran strategis khususnya dalam menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan ruang laut, pengelolaan konservasi dan keanekaragaman hayati laut, serta pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil.

Pemprov DKI Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pantai Indah Kapuk

Habitat bagi burung salah satunya itik benjut (sunda teal) di kawasan Hutan Magrove, Jakarta, Sabtu (31/10/2020). Kawasan hutan mangrove seluas 45 hektar adalah salah satu kawasan yang tersisa di Jakarta menjadi salah satu tempat perlindungan dan konservasi. (merdeka.com/Imam Buhori)
Habitat bagi burung salah satunya itik benjut (sunda teal) di kawasan Hutan Magrove, Jakarta, Sabtu (31/10/2020). Kawasan hutan mangrove seluas 45 hektar adalah salah satu kawasan yang tersisa di Jakarta menjadi salah satu tempat perlindungan dan konservasi. (merdeka.com/Imam Buhori)

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penamaan ribuan bibit pohon mangrove atau bakau di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Penanaman tersebut dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta bersama Bank DKI dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) BUMD.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan penanaman tersebut dilakukan di kawasan PIK seluas 500 meter persegi.

"Bank DKI bersama Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta kembali melakukan penanaman 5.000 bibit tanaman mangrove di kawasan ekowisata Pantai Indah Kapuk," kata Herry dalam keterangan tertulis, Jumat (25/12/2020).

Dia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan salah satu implementasi program berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. Seperti halnya untuk menjaga ekosistem laut.

Pemecah Gelombang

Selain itu kata Herry, penanaman bibit pohon mangrove juga berfungsi sebagai pemecah gelombang laut secara alami di sepanjang pantai utara Jakarta.

"Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas lingkungan hidup di DKI Jakarta," ucapnya.

Lanjut dia, penanaman pohon bakau juga dapat membantu kota mendapatkan air dan udara yang bersih. Kemudian penanaman itu nilai akan menjadi solusi jangka panjang di Ibu Kota.

"Pada tahun 2019, penanaman juga telah melakukan telah melakukan penanaman 5000 bibit tanaman mangrove di lokasi yang sama," jelasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: