Menteri KKP Soroti Perbaikan Sarana dan Prasarana Industri Perikanan di Sumbar

·Bacaan 1 menit
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono ketika berkunjung ke Bungus Teluk Kabung. (Liputan6.com/ Novia Harlina)

Liputan6.com, Padang - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja di Sumatera Barat, salah satunya ke Pelabuhan Perikanan Samudra Bungus, Teluk Kabung Kota Padang.

Dalam kesempatan itu, ia mendorong perbaikan sarana dan prasarana industri perikanan di provinsi ini, mengingat potensi perikanan sangat besar.

"Salah satu komoditas yang sangat berpotensi yakni ikan tuna, ini harus diperhatikan sehingga berimbas pada tumbuhnya usaha-usaha baru," jelasnya, Jumat (54/6/2021).

Saat ini, lanjut menteri, terdapat satu unit pengolahan ikan (UPI) di pelabuhan perikanan yang beroperasi sejak puluhan tahun di Bungus, Padang.

Produksinya berupa tuna steak, tuna loin, tuna saku, belly tuna, hingga tetelan yang ditujukan untuk pasar ekspor. Kapasitas produksinya mencapai 20 ton bahan baku per hari.

Usaha seperti ini, kata Trenggono, bisa lebih ditingkatkan sehingga nilai ekonomi yang dihasilkan juga lebih besar. Kemudian ia meminta jajarannya agar membangun ekosistem pelabuhan lebih baik.

"Salah satu yang penting untuk disiapkan adalah ruang pendingin untuk menampung hasil tangkapan nelayan sehingga kualitasnya terjaga," ujarnya.

Sementara, untuk produksi perikanan di PPS Bungus pada 2020 mencapai 4.776.149 kilogram dengan nilai Rp111,02 miliar. Sementara nilai ekspor ikan tuna dalam kurun waktu 2016-2019 sebesar Rp32,3 miliar.

Selain itu, ia menyebut pemasukan negara dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor perikanan masih rendah dari potensi yang ada.

Pada 2020 lalu, produktivitas sektor perikanan Indonesia senilai Rp 224 triliun. Dari jumlah itu, PNBP yang diterima negara hanya Rp600 miliar.

Pihaknya terus mengupayakan supaya potensi perikanan Indonesia terus tergarap dan keuntungannya juga masuk ke negara dalam jumlah besar. Saat potensi pasar perikanan dunia saat ini senilai 162 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp2.315 triliun.

"Kita yang memiliki daerah laut yang sangat luas, harus dimanfaatkan potensi tersebut demi kemakmuran Indonesia," ia menambahkan.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel