Menteri LHK: Mobilisasi sumber daya untuk pembangunan berkelanjutan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menyoroti pentingnya mobilisasi sumber daya, termasuk sektor ekonomi untuk mendorong pembangunan berkelanjutan seperti yang telah dilakukan Indonesia dengan penerbitan sukuk hijau

"Salah satu elemen penting untuk mewujudkan agenda lingkungan hidup global dan pulih lebih kuat dari pandemi COVID-19 ialah mobilisasi sumber daya untuk membiayai pembangunan yang berkelanjutan, baik melalui portofolio ekonomi hijau maupun biru," tutur Menteri LHK Siti Nurbaya saat membuka dialog virtual Stockholm +50 yang diikuti dari Jakarta, Senin.

Baca juga: Menteri LHK: RI bergerak perkuat kebijakan iklim dan implementasinya

Kegiatan yang mendorong pembangunan berkelanjutan itu meliputi pendanaan, alih fungsi teknologi dan peningkatan kapasitas.

Dia mengingatkan bahwa dalam Pakta Iklim Glasgow sebagai hasil Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-26 (COP-26) pada 2021 telah dimandatkan setiap negara untuk meningkatkan komitmen ambisi mitigasi perubahan iklim.

Negara-negara maju dimandatkan untuk memberikan dukungan kepada negara berkembang, termasuk dalam hal mekanisme keuangan untuk meningkatkan investasi bagi aksi adaptasi dan mitigasi serta sumber pendanaan yang lebih mudah diakses oleh negara berkembang.

Tidak kalah penting, ujar Siti, adalah mobilisasi sumber daya dari pendanaan publik, swasta dan campuran untuk pembangunan berkelanjutan yang harus dilakukan dan dipercepat.

"Indonesia menjadi negara pertama di dunia dengan pemerintah menerbitkan obligasi syariah dalam bentuk sukuk hijau untuk mendanai adaptasi perubahan iklim. Dunia usaha dengan dana tanggung jawab sosial perusahaan dan memobilisasi dukungan untuk kelestarian alam serta masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Menteri LHK soroti peran ekonomi biru untuk penurunan emisi karbon

Baca juga: Menteri LHK: G20 momentum wujudkan aksi kolektif atasi krisis iklim

Dia mengharapkan dalam pertemuan internasional Stockholm +50 pada 2-3 Juni 2022 yang dilaksanakan PBB akan berkontribusi dalam pembangunan visi bersama membangun kembali dunia dari dampak pandemi dengan prinsip hijau dan biru.

"Hal ini harus didukung dengan peningkatan mobilisasi sumber daya berkelanjutan yang diarahkan pada aksi prioritas dan dapat memajukan pemulihan lingkungan hidup," kata Siti Nurbaya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel