Menteri Luar Negeri AS Sebut China Bertindak Agresif dan Represif

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan pada Rabu bahwa China bertindak secara agresif dan represif, merujuk pada aksinya di Laut China Selatan dan Timur di mana mereka bersengketa dengan Jepang dan bangsa-bangsa Asia lainnya.

Berbicara kepada jurnalis Jepang dalam pertemuan meja bundar di Tokyo, Blinken mengatakan bahwa Beijing “meningkatkan ketegangan dengan tidak menguranginya” di kawasan melalui tindakan maritim dan memposisikan diri di atas Taiwan.

Blinken tengah melakukan kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan, bersama Menteri Pertahanan Lloyd Austin dalam upaya untuk memperkuat hubungan dengan sekutu Washington di Asia. Perjalanan itu merupakan yang perjalanan luar negeri pertama oleh anggota tingkat atas dari administrasi Presiden Joe Biden.

Klaim teritorial China yang ekstensif di Laut China Selatan dan Timur telah menjadi isu prioritas dalam hubungan China dan AS yang makin sulit dan merupakan keprihatinan keamanan penting bagi Jepang.

Blinken menyebut bahwa Beijing “bertindak lebih represif di dalam negeri dan lebih agresif di luar negeri, termasuk di Laut China Selatan, termasuk terkait Kepulauan Senkaku, serta laut China Selatan dan sehubungan dengan Taiwan”.

Kepulauan Senkaku, yang juga disebut sebagai Diaoyu di China, adalah kepulauan kecil di Laut China Timur yang dikontrol oleh Jepang namun diklaim oleh China.

“Jepang memiliki kepentingan yang nyata terkait apa yang terjadi terhadap Taiwan dan selat-selat Taiwan dan kami telah membandingkan catatan kami terkait hal itu,” ujar Blinken saat menjelaskan pembicaraannya pada Selasa dengan para pejabat Jepang.

Komentar itu mempertegas pernyataan yang dikeluarkan oleh Blinken, Menhan Austin, dan para mitra Jepang-nya usai pembicaraan “2+2” di Tokyo pada Selasa, dan datang sebelum pertemuan langsung pertama Blinken dengan para mitra China yang dijadwalkan pada akhir pekan ini di Alaska.

“Kami menantikan kesempatan untuk menggambarkan dalam ketentuan yang sangat jelas kepada para mitra China kami terkait kekhawatiran yang kami miliki terkait langkah yang mereka ambil,” ujar Blinken.

Menyusul pertemuan dengan para reporter Jepang, Blinken dan Austin dijadwalkan untuk berangkat ke Seoul untuk mengadakan pembicaraan “2+2” dengan para mitra Korea Selatan hingga Kamis. (ant)