Menteri Malaysia sebut 10.778 pelajar RI menimba ilmu di Negeri Jiran

Menteri Pengajian (Pendidikan) Malaysia Datuk Seri Dr Noraini binti Ahmad menyebutkan 10.778 pelajar asal Indonesia saat ini menimba ilmu di sekolah negeri maupun swasta di negara itu.

Datuk Seri Noraini di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, mengatakan sebaliknya jumlah pelajar/mahasiswa Malaysia yang menempuh pendidikan di Indonesia mencapai 7.000-an lebih.

Pihaknya juga terus meningkatkan program pertukaran pelajar khususnya bagi kedua negara serumpun ini.

"Seorang ilmuwan mengatakan pentingnya konsep diplomasi melalui peran perguruan tinggi dalam memperkuat hubungan antarnegara khususnya dalam peningkatan pendidikan," katanya pada pidato ilmiahnya usai penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar, Jumat.

Baca juga: Menteri Pendidikan Malaysia terima gelar Doktor Kehormatan UMI

Baca juga: 180 mahasiswa UMI ikuti seleksi olimpiade matematika

Sebelumnya Rektor UMI Prof Dr Basri Modding di Makassar, Kamis (14/7) mengatakan pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Datok Seri Dr Noraini merupakan penganugerahan keempat UMI kepada tokoh yang dianggap memiliki peran penting dalam masyarakat.

Penganugerahan Doktor Kehormatan pertama kali berikan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada 2018.

Selanjutnya kedua yakni Wakil Presiden Prof Dr (HC) KH Ma'ruf Amin pada 2020. Ketiga kepada Rektor University Kebangsaan Malaysia Prof Mohd Ekhwan pada 2021 dan pada Jumat ini diberikan kepada Menteri Pengajian Malaysia Datuk Seri Dr Noraini binti Ahmad,

"Kami berharap hubungan kerja sama UMI dengan Malaysia semakin erat. Apalagi kami dalam upaya menjadikan UMI meraih akreditasi internasional," ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa UMI sabet juara debat nasional di Unnes

Baca juga: Mahasiswa UMI Makassar raih juara orasi ilmiah Gema Pancasila

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel