Menteri Nuh Curhat Pembubaran RSBI di Depan Mahfud

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh bercerita mengenai pembubaran Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di depan Ketua MK Mahfud Md. M. Nuh mengatakan, cita-cita pembentukan RSBI untu memajukan pendidikan bangsa secara global.

"Kalau ada sekolah yang top ya itu, sekolah yang bertaraf internasional, Tapi anehnya kok itu enggak boleh untuk memajukan pendidikan bangsa. Padahal kita kepingin membuat sekolah yang top," kata Nuh dalam acara IKA UII (Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia) di Bidakara, Jakarta, Minggu (13/1/2013).

Nuh mengatakan, Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas terutama pasal 50 ayat 3 yang menjadi dasar hukum pembentukan RSBI dan SBI dinilai sudah sangat baik untuk memajukan pendidikan nasional untuk bersaing secara global. Ia pun menyesal bahwa cita-cita untuk membangun pendidikan yang lebih baik tetapi kerap terbentur dengan realitas yang ada.

"Saya memang bukan ahli hukum. Tapi saya rasa kita terbentur antara cita-cita tidak sesuai dengan realitas. Jadi cita-cita kita terkubur oleh realitas," katanya.

Nuh mengatakan, apa yang dicita-citakan terkadang mendapat hambatan dan tidak berjalan mulus. Hambatan itulah, kata M Nuh harus dijalani untuk mencapai cita-cita yang ingin dicapai untuk masa depan yang jauh lebih baik.

"Yakin lah cita-cita itu tidak akan akan pernah berjalan mulus. Tapi meskipun ada halang melintang dalam meraih cita-cita itu tapi jangan pernah mengubur cita-cita itu," ungkapnya.

Nuh pun sempat menyindir putusan MK tentang pembubaran RSBI terkait dengan UII. Cita-cita RSBI, kata Nuh agar kualitas pelajar setara dengan dunia pendidikan internasional.

"Saya pikir kenapa sih (dibubarkan) kalau UII memiliki misi menjadi world class, kalau diurut-urut kena juga," imbuhnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.