Menteri Perhubungan Berterus Terang 1,5 Juta Orang Lolos Mudik

·Bacaan 2 menit

VIVAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, jumlah masyarakat yang bersikeras mudik pada lebaran Idul Fitri kali ini masih lebih kecil dibandingkan dengan prediksi dari hasil survei.

Hasil survei awal yang ditujukan untuk mitigasi dan antisipasi itu menunjukkan bahwa terdapat 33 persen kecenderungan masyarakat akan mudik ke kampung halaman jika pemerintah tidak melarang mudik pada lebaran tahun 2021.

Selain itu, 11 persen masyarakat diprediksi akan tetap mudik meski pemerintah melarang mudik, hingga kemudian angka itu kembali turun menjadi 7 persen setelah pemerintah mengampanyekan larangan mudik lebaran.

"Setelah itu kami melakukan suatu aksi-aksi yang dilakukan oleh K/L (Kementerian/Lembaga) termasuk Polri, maka (jumlah masyarakat yang mudik lebaran) turun lagi. Menurut catatan kami, kurang lebih 1,5 juta lebih sedikit," kata Budi dalam telekonferensi, Sabtu, 15 Mei 2021.

Dari survei awal itu, Budi memastikan bahwa pemerintah telah berusaha untuk membuat sejumlah kebijakan guna menekan prediksi jumlah pemudik lebaran agar bisa lebih rendah dari hasil survei.

Sejumlah pemantauan dan koordinasi harian juga telah dilakukan Kemenhub di momentum mudik lebaran kali ini, baik di wilayah transportasi darat, udara, laut, dan kereta api. "Kita bahkan juga menetapkan adanya delapan aglomerasi yang memungkinkan (masyarakat untuk) melakukan pergerakan," ujar Budi.

Di sisi lain, Budi juga mengeklaim bahwa apa yang telah dilakukan Kemenhub di tengah kebijakan larangan mudik sudah cukup efektif. Hal itu ditandai adanya penurunan jumlah penumpang, baik di transportasi udara, laut, hingga kereta api hingga sekitar 10 persen.

"Di mana ada kumulasi dari pergerakan kurang lebih 55 persen sejak pra sampai peniadaan mudik," kata Budi Karya.

Oleh karena itu, kata Budi, Kemenhub masih akan secara konsisten untuk melakukan beragam upaya guna memaksimalkan peran manajerial transportasi di masa mudik lebaran kali ini.

"Termasuk, misalnya, survei ke terminal ASDP dan juga di (Bandara) Ngurah Rai, untuk melihat bagaimana pergerakan itu dan bagaimana kita secara efektif melakukan [rapid] test antigen di beberapa tempat," ujarnya.