Menteri Perhubungan Lakukan Inspeksi ke Kantor Mitsubishi

OTOSIA.COM - Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi terhadap Mitsubishi di Jepang, pasca pengumuman recall 1,7 juta unit mobil beberapa waktu lalu. Pemeriksaan dilakukan di beberapa kantor utama, gudang penyimpanan Mitsubishi di seluruh Jepang.

Untuk diketahui, Mitsubishi telah mengumumkan penarikan untuk perbaikan (recall) terhadap 1,7 juta unit produknya, karena kerusakan pada seal bak oli mesin. Masalah tersebut bisa memicu terjadinya kebocoran oli mesin, sehingga mengakibatkan mesin macet dan mengalami rusak permanen.

"Kami memeriksa kantor-kantor (Mitsubishi) untuk memastikan, kualitas produk mereka ditingkatkan sesuai dengan standar," jelas Tsuneki Matsuo, seorang petugas dari Kementerian Perhubungan Jepang, seperti dilansir Japan Today, Selasa (25/12).

Pemeriksaan dilakukan serentak, melibatkan 40 petugas dan dilakukan sampai ke dealer.

Dua tahun lalu, Mitsubishi me-recall 250.000 unit mobil dan tahun ini bertambah 300.000 unit lagi. Masyarakat pun mendesak Menteri Perhubungan Jepang untuk memeriksa Mitsubishi, untuk menjamin keamanan para konsumen Mitsubishi.

Pekan lalu, Mitsubishi me-recall 1,2 juta unit mobil. Salah satu komponen mobil ditemukan, kualitasnya tidak standar, selang dekat dasbor bocor yang bisa menyebabkan mesin tiba-tiba mati.

Recall tersebut membuat Kementerian Perhubungan Jepang harus bertemu dengan direksi Mitsubishi dan menekan mereka agar terbuka kepada publik. Aparat Kementerian Perhubungan ingin memastikan, di masa yang akan datang tidak terjadi lagi masalah yang sama. Beberapa ahli pun diminta memeriksa kasus ini.

(kpl/bun)

Baca juga:

10 VIDEO IKLAN MOBIL PALING POPULER TAHUN 2012

8 FAKTA JADIKAN SUZUKI ERTIGA FENOMENAL DI TAHUN 2012

HONDA SIAPKAN 'VERZA' HARGA MURAH

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.