Menteri Pertanian inginkan sektor pertanian di NTT berkembang pesat

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menginginkan pembangunan sektor pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur berkembang pesat dengan mengoptimalkan semua lahan potensial sebagai lahan pertanian sehingga kehidupan petani di NTT menjadi lebih sejahtera.

"Provinsi NTT ini sangat potensial dalam sektor pertanian sehingga seharusnya pendapatan petani di NTT sangat tinggi," kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya pada kegiatan panen perdana tanaman jagung melalui program Tanam Jagung Panen Sapi (TJSP) di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Minggu.

Menurut dia, lahan pertanian di NTT sangat luas namun belum dikelola secara optimal karena masih banyak lahan potensial yang belum dijadikan sebagai lahan pertanian.

Menurut dia, apabila semua lahan potensial yang belum dimanfaatkan itu bisa dikelola secara optimal maka kesejahteraan petani provinsi berbasis kepulauan ini menjadi lebih makmur.

"Kenapa petani di Jawa, Sulawesi bisa sejahtera dibandingkan di NTT yang kaya akan sumber daya alamnya yang melimpah, karena lahan banyak lahan potensial di NTT yang belum dikelola secara baik," tegasnya.

Ia mengatakan, Pemerintah tentu akan membantu para petani di NTT melalui pemberian bantuan alat mesin pertanian, pembangunan jaringan irigasi, bibit ternak, bibit tanaman maupun pelatihan-pelatihan bagi petani agar pengelolaan lahan pertanian menjadi lebih baik guna meningkatkan kesejahteraan petani di NTT.

Menteri Syahrul Yasin Limpo menegaskan, petani di NTT bisa menjadi kaya seperti petani di Jawa, Bali dan Sulawesi Selatan apabila bisa mengolah lahan pertanian secara optimal dan profesional sehingga hasil pertanian menjadi melimpah.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyerahkan secara simbolis bantuan alat mesin pertanian untuk kelompok tani di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Minggu (17/10). (ANTARA FOTO/ Benny Jahang)
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyerahkan secara simbolis bantuan alat mesin pertanian untuk kelompok tani di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Minggu (17/10). (ANTARA FOTO/ Benny Jahang)

"Harga jagung di Surabaya saat ini mencapai Rp6.000/kg sementara di Kupang hanya Rp3,500/kg tentu murah sekali. Pemerintah NTT harus bisa melakukan berbagai upaya agar harga jagung di NTT bisa di atas Rp3.500/kg, sehingga petani di NTT menjadi lebih sejahtera," kata Syahrul Yasin Limpo di hadapan Bupati Kupang, Korinus Masneno.

Baca juga: Mentan: Kabupaten Kupang daerah percontohan pertanian terintegrasi
Baca juga: Ketua Umum Dekranas: Potensi kain tenun NTT harus dimaksimalkan
Baca juga: Wapres minta gubernur kerja keras tangani kemiskinan ekstrem di NTT

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel