Menteri PPN ajak semua pihak lanjutkan pembangunan berkelanjutan

Alviansyah Pasaribu
·Bacaan 3 menit

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengajak semua pihak untuk bangkit di tengah pandemi COVID-19 dan melanjutkan capaian agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Menurut Suharso, SDGs merupakan acuan bagi semua pihak tanpa terkecuali untuk melakukan strategi pemulihan yang lebih baik dengan paradigma pembangunan baru, yang mengintegrasikan dan menyeimbangkan dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan.

"Road to SDGs Annual Conference ini dimaksudkan sebagai 'pintu pembuka' yang mengajak para pemangku kepentingan untuk menyebarluaskan arti pentingnya SDGs, membangun bangsa ini untuk bangkit dari COVID-19, serta bersama-sama melaksanakan program-program pembangunan secara lebih baik lagi," kata Menteri PPN dalam pernyataan pers yang diterima ANTARA, Sabtu.

Menteri PPN menekankan pentingnya solidaritas dan kolaborasi dalam menangani krisis COVID-19 dan pemulihan pascakrisis. Pemerintah Indonesia tidak bisa bekerja sendiri, namun memerlukan kerja sama yang intensif antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Baca juga: Kementerian PPN ajukan Geopark Belitung jadi geopark internasional

Baca juga: Dana hibah pemerintah dapat selamatkan industri pariwisata

"Kompleksnya situasi yang kita hadapi saat ini menyadarkan kita untuk bekerja saling bahu membahu untuk menghadapi pandemi COVID-19 dan pemulihan kehidupan sosial masyarakat dan ekonomi pascapandemi. Pemulihan untuk pembangunan yang lebih baik disebut sebagai 'Build Forward Better', yang akan menjadi tema SDGs kita ke depan," jelas Suharso.

Suharso yakni dengan berbagai inovasi, pendekatan, dan solusi dalam menghadapi serta memulihkan situasi pascapandemi COVID-19 ini. Di sisi lain, Indonesia juga akan selalu membutuhkan kerja sama dengan pihak internasional yang didasari prinsip fair and just collaboration dan juga saling tukar pengalaman dan pembelajaran antarnegara dalam menentukan strategi yang efektif dalam menangani COVID-19.

Pemerintah Indonesia, katanya, telah melakukan upaya keras untuk menghadapi situasi yang berat sekarang ini yang dampaknya sangat besar dan tidak ada satu negara pun di dunia yang siap menghadapi pandemi yang sedemikian dahsyat dan begitu cepat penularannya.

Mengutip data dari IMF, Suharso menyebutkan bahwa pada World Economic Outlook Oktober 2020, pandemi COVID-19 telah mengganggu aktivitas ekonomi dunia di tahun 2020. Perdagangan dunia diperkirakan turun 10 persen, sama seperti kondisi perdagangan pada saat krisis finansial global 2009, sehingga diperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2020 akan turun menjadi minus 4,4 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat COVID-19 mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen pada kuartal II tahun 2020 dan diperkiraan pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menyentuh level minus 1,1 persen.

Dalam menghadapi masalah pandemi COVID-19 saat ini, terutama di bidang kesehatan, maka pemerintah Indonesia akan terus menggiatkan peningkatan fasilitas kesehatan, seperti: penetapan Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di seluruh wilayah Indonesia, pemenuhan kapasitas laboratorium seperti reagen, alat tes, dan sarana laboratorium untuk melakukan upaya deteksi terhadap masyarakat yang memiliki risiko terhadap penularan COVID-19 serta meningkatkan penanganan pasien, dengan terus memberikan dukungan penyediaan dan distribusi alat pelindung diri dan alat kesehatan bagi tenaga medis.

Webinar Road to SDGs Annual Conference 2020 juga dihadiri Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Bappenas, Arifin Rudiyanto. Arifin mengatakan Bappenas dalam rangka melaksanakan tugas koordinasinya sejak tahun 2018 sudah menginisiasi penyelenggaraan road to SDGs annual conference. Pertemuan tahun ini dalam bentuk webinar mengangkat tema "Build Forward Better: Bangkit Bersama dari COVID-19 Untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan".

Hadir pula Executive Secretary UN ESCAP, Armida Salsiah, Vice Presiden Asian Development Bank (ADB), Bambang Susantono, dan juga Sophie Kemkhadze dari UNDP Deputy Resident Representative.

Baca juga: Kominfo rencanakan buat verifikasi biometrik untuk registrasi SIM card

Baca juga: Bangkit dari pandemi lewat teknologi

Baca juga: Menkominfo lantik widyaiswara untuk transformasi digital sektor publik