Menteri PPPA apresiasi keterlibatan generasi muda melestarikan budaya

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengapresiasi keterlibatan generasi muda dan anak-anak dalam pameran lukisan seni budaya "Me n’ The City" yang bertujuan melestarikan budaya dari Mitra Seni Indonesia (MSI).

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan Mitra Seni Indonesia yang selalu peduli dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya Indonesia serta berupaya untuk melibatkan anak-anak dan generasi muda,yang dilakukan oleh MSI," kata Bintang dalam keterangan resmi, Kamis.

Pameran "Me n' The City" menampilkan 100 lukisan dari anggota, kolektor dan komunitas pelukis dan berlangsung pada 11-13 Agustus di Hallf Patiunus, Jakarta Selatan.

Baca juga: Menjelajahi Jakarta lewat tinta di Galeri Nasional

Selain memamerkan lukisan, MSI juga mengadakan lokakarya melukis di atas kain serta webinar perawatan lukisan bersama konservator Lia Sumichan, konservator lukisan yang berada di dalam istana kepresidenan di Jakarta dan Bogor.

MSI juga mengadakan lomba lukis untuk anak juga karya lukis pada produk fesyen dengan perancang anggota MSI seperti Ida Royani. Acara akan ditutup dengan Parade Seni Budaya MSI 2022 pada 14 Agustus 2022.

Ketua Umum Mitra Seni Indonesia Sari Ramdani Basri mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun MSI ke-15 dan HUT Kemerdekaan RI ke 77 ini bertujuan untuk memberi wadah apresiasi kepada karya lukis anggota MSI dan mempererat tali silaturahmi anggota komunitas seni lukis lainnya. Pameran ini juga jadi ajang mengajak generasi muda, anak-anak untuk meningkatkan bakat serta keterampilan dalam seni lukis.

Selain itu, pihaknya ingin mendorong segala bentuk karya lukis yang dapat memberikan dampak ekonomi, sebagai salah satu sub sektor pada ekonomi kreatif di Indonesia.

Sebanyak 44 pelukis yang merupakan anggota pelukis MSI, IWAPI (Ikatan Wanita Pelukis Indonesia), serta pemerhati dan seniman dari berbagai kalangan usia berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil penjualan lukisan akan disalurkan untuk membantu sarana dan prasarana seni anak-anak di Indonesia Timur dan kegiatan seni lainnya.

Sari mengatakan, MSI juga mengundang para seniman Jelekong, Jawa Barat yang pernah mengikuti program residensi yang diadakan MSI di bawah bimbingan seniman maestro Sunaryo untuk menimba ilmu dan memperdalam teknik seni rupa kontemporer.

Mereka diundang untuk memamerkan karya-karya terbarunya. Lewat program residensi, banyak pelukis baru di desa Jelekong yang bermunculan. Selain itu, sektor-sektor kegiatan seperti kuliner dan seni tari jadi bertumbuh di desa yang kini menjadi tujuan wisata.

"Bahkan saat ini banyak turis domestik maupun asing yang singgah di sana untuk belajar melukis," jelas Sari yang berharap MSI tetap konsisten melestarikan kesenian serta mengembangkan seni serta budaya.

Baca juga: Pekerja seni bangkit dari pandemi melalui Jakarta Melayu Festival

Baca juga: Seniman muda pentaskan 18 karya performans di Benteng Rotterdam

Baca juga: "Terupa Festival" hadirkan karya seniman NTF di Bali