Menteri PPPA imbau para Ibu sensitif, laporkan kekerasan seksual

·Bacaan 1 menit

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengimbau para perempuan lebih sensitif dan laporkan adanya kekerasan seksual.

"Para perempuan-perempuan sebagai Ibu harus sensitif melihat perubahan anak-anaknya, bahwa perempuan sebagai Ibu harus berani bicara untuk mengungkap permasalahan," ujar Menteri Bintang di Kabupaten Sleman, DIY, Rabu.

Menteri Bintang menanggapi kasus kekerasan seksual yang akhir-akhir ini terjadi di sejumlah tempat pendidikan.

Baca juga: Polisi minta orang tua aktif mengedukasi anak soal kekerasan seksual

Baca juga: KPPPA: Angka perkawinan anak di 21 provinsi di atas angka nasional

Menurutnya, dengan keberanian para Ibu tersebut, tidak hanya dapat menyelamatkan anak mereka sendiri, tetapi menyelamatkan anak-anak di luar sana.

"Yang kita tidak tahu apakah anak-anak itu aman dan nyaman, yang kita yakini, mengenyam pendidikan di tempat yang semestinya aman dan nyaman," kata dia.

Menteri Bintang mengatakan saat ini temuan kekerasan seksual meningkat dengan banyaknya kasus yang terungkap. Menurutnya, hal ini merupakan suatu keberhasilan.

"Karena masyarakat berani speak up pengalaman kasus kekerasan. Yang cukup membanggakan, yang speak up adalah perempuan," ujar Menteri Bintang.

Baca juga: Kemen PPPA kampanyekan pentingnya kesehatan reproduksi di ponpes

Baca juga: Akademisi: Perguruan tinggi segera terbitkan turunan Permendikbud PPKS

Terkait kekerasan seksual, Menteri Bintang mengatakan hal itu sudah menjadi fenomena gunung es. Sementara kasus yang terjadi di lapangan menurutnya masih jauh lebih tinggi dari pelaporan di Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simponi PPA).

Sehingga, Menteri Bintang mengajak institusi terkait sesuai tugas, fungsi dan kewenangannya untuk melindungi anak-anak.

"Kemen PPPA tidak mau menjadi 'pemadam kebakaran', yang harus dilajukan gerak bersama, hulunya penting, pencegahan penting," kata dia.

Baca juga: APBGATI: Kekerasan seksual marak ruang aman perempuan makin sempit

Baca juga: Menteri: Pemda tangani komprehensif kasus kekerasan perempuan-anak

Baca juga: Pencegahan pemerkosaan butuh hukum yang berpihak pada korban

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel