Menteri PPPA: Lestarikan sejarah bangsa lewat kebaya

Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengapresiasi penyelenggaraan pameran foto "Kebaya Saja" untuk memperingati peran penting perempuan dalam perjuangan membangun bangsa dan mendorong pemberdayaan perempuan di bidang UMKM khususnya di ranah busana.

"Kebaya tidak hanya difungsikan sebagai busana semata, namun juga menjadi simbol identitas dan jati diri perempuan Indonesia. Kebaya sebagai warisan busana nusantara telah ada sejak ratusan tahun lalu dan kini sudah saatnya keberadaannya diakui oleh dunia sebagai busana khas nusantara," kata Menteri Bintang di Jakarta, Rabu.

Menteri PPPA menyampaikan bahwa kebaya tidak lepas dari upaya melestarikan budaya sekaligus mengembangkan UMKM. Hal tersebut dikarenakan mayoritas perempuan di UMKM berkecimpung di sektor fesyen.

Oleh karenanya, gerakan berkebaya harus terus digencarkan karena tidak hanya berdampak positif pada penguatan identitas bangsa, namun juga turut menggerakkan perekonomian rakyat.

Baca juga: Kebaya dari masa ke masa di pameran foto "Kebaja Saja"

Baca juga: Menteri Pemberdayaan PPA ajak perempuan saling mendukung

"Dalam momentum ke-77 tahun Kemerdekaan RI, kita masih bisa melihat kesenjangan gender terjadi antara perempuan dan laki-laki. Namun kita semakin melihat perjuangan perempuan untuk semakin merdeka salah satunya melalui kegiatan ini dimana perempuan-perempuan hebat turut menjaga budaya bangsa dengan berkebaya," kata dia.

Menurut dia, pameran foto "Kebaya Saja" di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA yang mengambil momentum HUT Kemerdekaan RI merupakan salah satu upaya menyuarakan peran penting perempuan dalam sejarah kemerdekaan, perjuangan pasca kemerdekaan, hingga perjuangan di masa kini.

Sementara Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Meidyatama Suryodiningrat mengajak para generasi muda untuk menghargai dan melestarikan kebaya. Menurut dia, melalui gerakan yang dilaksanakan secara kolaboratif maka diharapkan tradisi bangsa akan terus terjaga.

Baca juga: Kebaya bikin penampilan elegan, kata Andy /rif

Baca juga: KSP apresiasi antusiasme komunitas dukung Kebaya Goes to UNESCO