Menteri PPPA minta masyarakat berani laporkan kasus kekerasan seksual

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mendorong agar masyarakat berani melapor bila menjadi korban kekerasan seksual atau mengetahui terjadinya peristiwa kekerasan seksual.

"Mudah-mudahan masyarakat semakin berani melaporkan kasus-kasus (kekerasan seksual). Tidak hanya yang menjadi korban, yang melihat pun kita harapkan (juga melapor)," kata Menteri Bintang dalam wawancara Podcast ANTARA di Jakarta, Rabu.

Terlebih saat ini, katanya, telah ada payung hukum dalam menangani kasus kekerasan seksual, yakni Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Pelaporan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dilakukan melalui layanan call center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129. Layanan SAPA 129 itu dapat diakses melalui telepon 129 atau WhatsApp 08111-129-129.

Menurut dia, meningkatnya kasus-kasus kekerasan seksual yang terungkap di pemberitaan media patut diapresiasi karena artinya kesadaran masyarakat untuk melaporkan peristiwa kekerasan seksual, meningkat.

Pihaknya menambahkan masyarakat di perkotaan cenderung lebih berani untuk mengungkap kasus kekerasan seksual yang dialami. Berbeda dengan masyarakat di perdesaan yang masih menganggap kasus kekerasan seksual sebagai aib keluarga sehingga korban cenderung memilih untuk menutupnya rapat-rapat.

"Kalau di desa itu masih menganggap bahwa ini aib dalam keluarga. Ini yang masih menjadi PR bagi kami untuk bagaimana mencari solusi terkait hal tersebut," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel