Menteri PPPA Sayangkan Selebgram RR Tayangkan Konten Pornografi di Medsos

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Selebgram berinisial RR menjadi perbincangan karena menayangkan konten pornografi secara live di aplikasi media sosial.

Menanggapi hal ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyatakan sangat prihatin dengan adanya konten pornografi tersebut.

Bintang mengajak semua pihak untuk bersinergi dan meningkatkan literasi digital demi menghapus kejahatan daring pada perempuan dan anak.

"Saat ini, kita hidup di era industri 4.0, di mana penguasaan teknologi sangatlah penting bagi kehidupan. Namun, di sisi lain hal ini dapat menimbulkan permasalahan baru di kehidupan kita,” kata Bintang dalam keterangan pers, dikutip Rabu (22/9/2021).

Ia menambahkan, dunia yang serba digital dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berkembang dengan pesatnya, hal ini harus dibarengi dengan literasi digital yang mumpuni pada perempuan dan anak.

Literasi Digital

Literasi digital merupakan kunci bagi perlindungan perempuan dan anak di dunia digital, lanjutnya. Perempuan yang memiliki literasi digital akan mampu melindungi diri mereka sendiri di dalam dunia digital dan di masa depan.

“Saat perempuan menjadi seorang ibu, mereka akan mampu melindungi anak-anak dari pengaruh negatif internet,” kata Bintang.

Ia pun menjelaskan dampak dari keterbukaan informasi yang disertai kurangnya pengawasan orangtua dalam penanganan nilai moral pada pola pengasuhan keluarga akan berimbas kepada degradasi moral anak.

Untuk itu, sangatlah penting memproteksi anak-anak dari pengaruh negatif media sosial, katanya.

“Saya merasa prihatin dengan adanya peristiwa penyalahgunaan konten pornografi melalui aplikasi live streaming yang dilakukan RR, demi memenuhi biaya hidupnya ketika ia tidak memiliki kemampuan (skill).”

“Oleh karenanya, pendidikan menjadi modal utama untuk berada di dunia industri. Mari kita bersinergi bersama-sama menghapus kejahatan daring pada perempuan dan anak dan selamatkan perempuan Indonesia dengan manajemen talent yang mumpuni,” tegas Bintang.

Faktor Penyebab

Sementara itu, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA, Ratna Susianawati menjelaskan kejahatan daring memberikan dampak yang sangat merugikan dan bersifat jangka panjang bagi perempuan dan anak, baik sebagai korban ataupun pelaku.

Menurutnya, perbuatan RR yang membuat dan menyiarkan konten pornografi dan menawarkan layanan seksual, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat dilatarbelakangi oleh beberapa faktor yaitu:

-Ekonomi.

-Tingkat pendidikan yang rendah sehingga minimnya keterampilan yang dimiliki dan memilih untuk memanfaatkan tubuhnya.

-Trauma masa lalu atau kekerasan yang dialami di dalam keluarga maupun lingkungan.

-Keterpaksaan dari pihak lain sehingga RR terjebak dalam lingkaran tersebut.

Diketahui RR merupakan selebgram asal Bandung, Jawa Barat yang ditangkap pihak penegak hukum di wilayah Denpasar, Bali saat sedang melakukan live streaming dengan menampilkan konten pornografi di salah satu aplikasi media sosial.

RR mengeksploitasi dirinya sendiri guna mencari penghasilan keuntungan untuk kehidupan sehari-harinya di Bali.

Akibat perbuatannya, RR dijerat dengan dengan pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Saat ini, kasus masih dalam proses pemeriksaan awal dan masih terus dilakukan pengembangan pemeriksaan oleh Polres Kota Denpasar terhadap RR.

Infografis Tarik Ulur RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Infografis Tarik Ulur RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Tarik Ulur RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel