Menteri Prancis Tolak Bayar Akun Centang Biru Twitter

Merdeka.com - Merdeka.com - Salah satu menteri di Prancis dan juru bicara pemerintah, Olivier Veran menyampaikan pada Minggu, dia menolak membayar akun Twitternya yang centang biru. Sejak perusahaan media sosial itu resmi dibeli Elon Musk, Musk menetapkan akun centang biru harus membayar sebesar USD7,99 atau sekitar Rp125 ribu.

Veran juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait ambisi Musk terkait platform tersebut.

"Saya mempersilakan mereka mendesertifikasi akun saya tanpa penundaan jika mereka memutuskan ini harus bayar," jelas Veran kepada stasiun televisi France 3, dikutip dari Reuters, Senin (7/11).

Ditanya apakah dia akan tetap menggunakan Twitter setelah diambil alih Musk, Veran mengatakan dia belum tahu.

Dia mengatakan Twitter adalah alat komunikasi utama, di mana lebih dari 10 juta penggunanya adalah orang Prancis.

"Fakta bahwa ini merupakan alat global utama milik satu orang, dan dia menampakkan ambisinya yang sedikit mengkhawatirkan saya - setidaknya beberapa di antaranya - berarti saya akan tetap waspada dan saya akan bertanggung jawab sendiri jika perlu," jelasnya.

Veran memiliki akun centanvg biru. Dia memiliki hampir 425.000 pengikut di akunnya @olivierveran.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron juga memiliki akun centang biru dengan 8,8 juta pengikut. Akun istana kepresidenan Prancis, @Elysee memiliki 2,8 juta pengikut di Twitter.

Sejumlah menteri, kantor dan badan pemerintah, departemen dan prefektur juga memiliki akun centang biru di Twitter. [pan]