Menteri PU: Waduk Jatigede September Mulai Digenangi

Bandung (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan waduk terbesar kedua di Indonesia yakni Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berdasarkan rencana mulai digenangi pada September-Oktober 2013.

"Kondisi saat ini, progresnya sudah sekitar 70 sekian persen. Menurut rencana akhir tahun ini, bulan September-Oktober waduk itu sudah bisa mulai diisi," kata Djoko Kirmanto usai menggelar rapat kerja dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di Gedung Sate Bandung, Jumat.

Ia menuturkan, jika Waduk Jatigede sudah rampung 100 persen maka bisa untuk irigasi sekitar 90 ribu hektare atau dua kali panen dan mencegah terjadinya banjir di wilayah Sumedang.

"Di samping itu, Waduk Jatigede juga bisa menghasilkan produksi listrik sebesar 110 megawatt. Jadi waduk jatigede adalah waduk yang luar biasa manfaatnya untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan kita, khususnya masyarakat di Jabar," kata dia.

Menurut dia, permasalahan yang masih dihadapi dalam pembangunan Waduk Jatigege adalah tentang ganti rugi lahan.

"Nah sekarang masalahnya adalah masalah pembebasan pengganti rugi lahan meskipun secara legal sebenarnya sih sudah selesai. Nah saat ini, pekerjaan kita dipermasalahkan di sana sehingga kita diganggu untuk tidak bekerja. Tadi kita bahas semua, semua masalah yang menyangkut pembebasan tanah, pembayaran kepada masyarakat yang akan ada di genangan itu, intinya kita sudah menemukan solusinya semua," kata dia.

Ketika ditanyakan tentang solusi untuk mengatasi masalah pembangunan Waduk Jatigede, Djoko menuturkan hal tersebut akan diselesaikan dengan melakukan relokasi bagi warga.

"Solusinya mereka dari yang ada di dalam situ, yang dulu pernah dibebaskan degan Permendagri, ini sudah kita proses untuk kita relokasi. Jadi kita sudah membebaskan tanah di luar waduk itu untuk membangun rumah untuk nanti mereka kembali ke rumah itu," katanya.

Proyek pembangunan waduk terbesar ini akan menggenangi wilayah seluas 4.973 hektare dan genangan nantinya mencakup 12 desa di 4 kecamatan.

Pembangunan Waduk Jatigede selain menggunakan APBN, juga mendapat dukungan dari loan Loan Bank Exim China sebesar 90 persen dan kehadiran waduk ini akan akan berdampak positif bagi aspek ekonomi khususnya pertanian.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.