Menteri PUPR: Bendungan Kuningan berpotensi tingkatkan kawasan wisata

·Bacaan 2 menit

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan Bendungan Kuningan berpotensi meningkatkan kawasan wisata di wilayah Kuningan, Jawa Barat.

"Bendungan ini juga berpotensi untuk meningkatkan kawasan wisata di Kuningan karena juga tidak jauh dari pemukiman sehingga harus kita tata betul kawasannya," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menteri PUPR mengatakan dengan volume tampung total sebesar 25,9 juta meter kubik, pemanfaatannya dapat digunakan oleh dua provinsi. Maka dalam pembangunannya juga melibatkan kerja sama antara Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung dengan daerah hulu yaitu Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat dan daerah hilir Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

Kerja sama tersebut mencakup pembebasan lahan, penanganan aspek sosial dan lingkungan, serta penanganan cagar budaya dan cagar alam di sekitar bendungan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan pekerjaan pembangunan Bendungan Kuningan telah dimulai pada 2017 oleh PT. Wijaya Karya - PT. Brantas Abipraya KSO selaku kontraktor pelaksana, dan selesai pada akhir tahun 2020.

Selain menyelesaikan pembangunan Bendungan Kuningan, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah menyelesaikan pembangunan 444 unit rumah khusus bagi masyarakat terdampak relokasi yang sebelumnya bermukim di area genangan pembangunan Bendungan Kuningan di Jawa Barat. Hunian tipe 28 meter persegi pada areal seluas 9,3 hektar telah dilengkapi dengan prasarana jalan, air bersih, listrik, SD Negeri, masjid serta lansekap yang tertata.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi dan Bupati Kuningan Acep Purnama meresmikan Bendungan Kuningan, Jawa Barat, Selasa (31/8).

Presiden Jokowi mengatakan bahwa jika suplai air untuk irigasi terus terjaga, maka petani bisa menambah frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun. Bendungan Kuningan ini juga sangat bermanfaat bagi ketahanan air, menghindari banjir, menyediakan air baku 0,30 meter kubik/detik, serta menghasilkan listrik 0,5 MW.

Presiden juga menginstruksikan agar Bendungan Kuningan segera disambungkan dengan penataan jaringan irigasi, mulai dari saluran primer, sekunder, tersier, sampai kuarter.

Baca juga: Presiden Jokowi beberkan banyak manfaat dari Bendungan Kuningan
Baca juga: Luhut targetkan proyek sodetan Ciliwung rampung 2022
Baca juga: Kado HUT RI, Kementerian PUPR siap resmikan 4 bendungan dan 1 bendung

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel