Menteri PUPR dorong optimalisasi pemanfaatan Bendungan Teritip

·Bacaan 2 menit

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mendorong optimalisasi pemanfaatan Bendungan Teritip di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Dirawat betul bendungan yang sudah jadi dengan penghijauan ditanami pohon dan dimaksimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk kebutuhan air baku," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menteri PUPR menginstruksikan agar instalasi pengolahan air atau IPA yang sudah ada dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air baku dari bendungan yang sudah ada.

"Diusahakan jangan bangun IPA baru, harus dimaksimalkan dulu pemanfaatannya yang sudah ada," katanya.

Bendungan Teritip Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersamaan dengan IPA Teritip Kota Balikpapan pada Desember 2019 lalu saat ini telah efektif memberikan layanan untuk memasok kebutuhan air baku Kota Balikpapan.

Menteri Basuki mengatakan bahwa di tengah pandemi COVID-19 penggunaan air meningkat di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya menjalankan protokol kesehatan.

"Saat pandemi masyarakat lebih sering mencuci tangan dengan air dan untuk mandi," ujarnya.

Usai melihat kondisi terkini Bendungan Teritip yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV dengan kapasitas tampung sebesar 2,4 juta meter kubik, Menteri Basuki juga meninjau IPA Teritip Kota Balikpapan yang lokasinya di hilir Bendungan Teritip. Di lokasi IPA Menteri PUPR melihat ruang monitoring 24 jam distribusi air baku dengan kapasitas operasi 150 liter/detik.

"Jika dilihat dari layar monitoring, proses penyaringan air yang berjalan sangat efisien. Dari kapasitas 150 liter/detik, rata-rata yang keluar disalurkan sebesar 140 liter/detik. Ini berarti sedikit sekali air yang dikembalikan dari hasil proses penyaringan/penjernihan," kata Menteri PUPR.

Sementara itu Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kaltim Sandhi Eko Bramono mengatakan, IPA Teritip saat ini terpasang dengan kapasitas 200 liter/derik, dimana saat ini dioperasikan sebesar 150 liter/detik.

"Monitoring dilakukan selama 24 jam dibagi dengan pembagian tugas penjaga sebanyak 3 shift masing-masing 8 jam," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari PDAM Kota Balikpapan, saat ini Kota Balikpapan dilayani 78 persen dari sistem air bersih perpipaan dengan tingkat non revenue water sekitar 29 persen.

Baca juga: Jokowi : 17 bendungan akan diresmikan hingga Desember 2021
Baca juga: Gubernur: Bendungan bantu Sulsel menjadi lumbung pangan nasional
Baca juga: WIKA targetkan tiga proyek bendungan rampung pada akhir tahun ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel