Menteri PUPR harap hasil workshop jadi kompas WIKA majukan perusahaan

Ahmad Wijaya
·Bacaan 2 menit

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap hasil workshop Forum Engineering ke-11 tahun ini menjadi kompas bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA untuk memajukan perusahaan.

"Harapan saya hasil workshop ini tidak hanya dalam bentuk makalah atau paper, tapi bisa menjadi kompas bagi WIKA untuk terus memajukan perusahaan dalam bisa bersaing baik di dalam negeri maupun internasional," ujar Menteri Basuki dalam workshop daring yang digelar WIKA di Jakarta, Kamis.

Dalam kesempatan itu, Menteri PUPR mengucapkan selamat kepada WIKA yang tetap semangat untuk memelihara kegiatan workshop, di mana kegiatan ini merupakan intelektual exercise yang menjadi proses pembelajaran tanpa akhir atau never ending process.

Seperti kebutuhan fisik manusia yang membutuhkan makan tiga kali sehari setiap hari, maka kebutuhan otak pun juga memerlukan exercise yang dilakukan secara terus menerus.

Dengan demikian kegiatan-kegiatan intelektual seperti workshop, webinar, seminar baik konvensional maupun virtual harus terus dilakukan.

Dalam rangka percepatan transfer pengetahuan, WIKA menginisiasi kolaborasi lintas sektor serta menjadi pelopor dalam kegiatan seminar dan workshop berkelanjutan yang terimplementasi di dalam kegiatan tahunan Forum Engineering WIKA.

Forum kali ini mengusung tema "Smart City for Sustainable Urban Development".

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Quality, Health, Safety and Environment (QHSE) WIKA Rudi Hartono mengatakan bahwa dalam prakteknya kota cerdas atau smart city selalu melibatkan banyak peran dari para praktisi, akademisi, teknokrat, dunia usaha dan penyedia teknologi, serta para pemangku kepentingan lainnya.

"Melalui Forum Engineering kali ini frekuensi itu dipadupadankan untuk setara dan saling melengkapi. Sebagai BUMN WIKA terpanggil untuk mengkatalisasinya," kata Rudi.

Konsep kota smart city ini terdiri dari komponen-komponen pendukung yakni smart economy, smart people, smart government, smart mobility, smart environment, dan smart living.

Sebagai bagian dari implementasi Internet of Things, di Indonesia smart city didesain mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari untuk meningkatkan kualitas hidup, antara lain terdiri dari efisiensi dan efektivitas alokasi sumber daya daerah, mengurangi kesenjangan dalam masyarakat, pengurangan kemacetan bagi pengguna jalan, transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non-tunai, manajemen limbah, serta sebagainya.

Baca juga: WIKA selalu hadir dan partisipatif dalam membangun Indonesia
Baca juga: WIKA salurkan beasiswa perguruan tinggi di Bali