Menteri PUPR: Infrastruktur konektivitas G20 tunjang ekonomi rakyat

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan peningkatan infrastruktur konektivitas pendukung KTT G20 di Bali dapat menunjang perekonomian masyarakat.

“Akses jalan yang semakin baik juga akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan sekitar dengan bangkitnya sektor pariwisata," kata Menteri Basuki dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia juga menambahkan peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan dan jembatan untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan para pengguna jalan.

Kementerian PUPR tengah menyelesaikan tahap akhir pekerjaan peningkatan dan pembangunan jalan baru guna mendukung konektivitas penyelenggaraan Presidensi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

Baca juga: Menteri PUPR: Semua persiapan untuk dukung KTT G20 telah selesai

Dukungan infrastruktur jalan dan jembatan di Bali meliputi preservasi ruas Simpang Pesanggaran hingga Nusa Dua, preservasi Jalan Jimbaran–Uluwatu, dan penataan lansekap bundaran, pedestrian, dan median jalan mulai dari ruas Jalan Bandara Ngurah Rai hingga ke lokasi pelaksanaan G20, termasuk penataan akses jalan dan kawasan parkir Garuda Wisnu Kencana (GWK) serta peningkatan kualitas jalan akses Tampak Siring.

Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya dengan biaya APBN senilai Rp241,4 miliar dan progres pekerjaannya 95,95 persen dengan target selesai 10 November 2022.

Dukungan lainnya adalah peningkatan jalan Sp Siligita – Kempinski dan showcase mangrove sepanjang 6,5 km dengan kontraktor PT Waskita Karya yang menelan biaya APBN Rp141,42 miliar dan progresnya sudah 100 persen. Selanjutnya penataan Jalan Tol Bali-Mandara oleh PT Jasa Marga dengan anggaran Rp74,8 miliar telah selesai Juli 2022.

Baca juga: Dukung KTT G20, penataan Mangrove Tahura di Bali capai 84 persen