Menteri PUPR Minta Rumah Warga Terdampak Banjir Bandang Kota Batu Direlokasi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Batu - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, meminta warga terdampak banjir bandang di Kota Batu agar segera direlokasi. Terutama bagi warga yang tinggal di sempadan sungai demi keamanan dan mencegah bahaya.

“Tidak boleh dibiarkan, yang tinggal di bantaran aur sungai harus segera direlokasi,” kata Basuki Hadimuljo saat berkunjung ke lokasi bencana banjir bandang di Dusun Sambong, Bulukerto, Kota Batu, Kamis, 11 November 2021.

Banyak warga terdampak yang tinggal di bantaran alur sungai sepanjang 4 kilomter. Curah atau aliran kali mati itu dilalui banjir bandang yang menerjang Kota Batu pada Kamis pekan lalu. Material di sepanjang alur kini sedang dibersihkan oleh tim gabungan.

“Selain dibersihkan, alur sungai juga harus dilebarkan. Semakin lebar lebih baik,” ujar Basuki.

Relokasi warga terdampak dan pelebaran sungai termasuk prioritas penanganan pasca bencana banjir bandang. Sebab hasil kajian beberapa saat lalu, masih terdapat sisa sumbatan material longsoran atau bendung alam di bagian hulu yang rawan jebol bila hujan lebat mengguyur.

Kementerian PUPR juga telah melakukan perbaikan jaringan pipa air PDAM yang rusak terdampak banjir Kota Batu. Selain itu, fasilitas umum lainnya yang juga rusak diminta segera diperbaiki.

“Jembatan harus diperbaiki agar lebih layak, termasuk pelebaran gorong-gorong,” ujar Basuki.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kerusakan Dampak Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu sampai Kamis siang mendata untuk korban jiwa ada 7 orang meninggal dunia dan 7 orang bisa diselamatkan dengan kondisi luka. Musibah ini membuat 124 kepala keluarga terdampak.

Untuk kerusakan, tercatat ada 15 rumah rusak berat, 7 rumah rusak sedang dan 29 rumah rusak ringan. Bencana banjir itu juga menghayutkan 46 motor warga, 11 mobil, 128 hewan ternak dan menghancurkan lahan pertanian warga di 8 lokasi berbeda.

“Sudah tidak ada pengungsi. Sekarang focus pada penyisiran dan pembersihan material di daerah terdampak,” kata Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel