Menteri PUPR: Pembangunan infrastruktur bangkitkan ekonomi nasional

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu faktor penting dalam mengembalikan tren positif pertumbuhan ekonomi.

"Pembangunan infrastruktur yang terus dilaksanakan oleh Kementerian PUPR merupakan salah satu faktor penting dalam mengembalikan tren positif pertumbuhan ekonomi," ujar Menteri PUPR dalam pidatonya yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti di Jakarta, Senin.

Menurut Menteri PUPR, dalam sembilan bulan ini semua negara di dunia, termasuk Indonesia, merasakan dampak Pandemi COVID-19 yang salah satunya adalah pelemahan sektor-sektor produktif dan kontraksi ekonomi nasional.

Baca juga: Kementerian PUPR pacu pembangunan infrastruktur hijau

Indonesia patut bersyukur bahwa kondisi ini relatif lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lainnya yang mengalami penurunan lebih besar pada periode yang sama.

Berbagai upaya pemulihan ekonomi nasional telah dilaksanakan, kata dia, salah satunya dengan peningkatan daya beli masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.

"Multiplier effect dari pembangunan infrastruktur akan mengakselerasi pertumbuhan sektor-sektor lainnya sehingga menjadi daya ungkit percepatan pemulihan ekonomi nasional," kata Menteri PUPR.

Baca juga: RI dorong kerja sama pembiayaan infrastruktur dan berkelanjutan

Menteri PUPR Basuki juga menambahkan bahwa untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045, pembangunan infrastruktur diarahkan mendukung Pilar Pemerataan Pembangunan dengan menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, dan mempercepat peningkatan nilai tambah perekonomian rakyat.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 juga mengamanatkan peningkatan kualitas dan akses infrastruktur serta pemerataan pelayanan dasar dilaksanakan melalui wilayah sebagai basis pembangunan.

Pengembangan wilayah secara berkelanjutan dan inklusif ditujukan untuk mengembangkan sektor unggulan, kawasan strategis pariwisata, kawasan industri, kawasan perkotaan, daerah tertinggal, kawasan perbatasan, perdesaan, dan transmigrasi.

Baca juga: Infrastruktur urat nadi pembangunan untuk kesejahteraan Papua