Menteri PUPR sebut SPAM Karian-Serpong contoh proyek yang terintegrasi

Biqwanto Situmorang
·Bacaan 3 menit

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Karian-Serpong merupakan salah satu contoh proyek yang terintegrasi.

"Ini salah satu contoh proyek yang terintegrasi dengan timing yang mudah-mudahan tidak mengalami jeda atau lag yang panjang," ujar Menteri Basuki dalam acara Penandatanganan Perjanjian Proyek KPBU SPAM Regional Karian-Serpong di Jakarta, Jumat.

Menurut Menteri PUPR, kalau yang SPAM Semarang barat, SPAM regionalnya memakai sumber air baku dari Bendungan Jatibarang namun lag-nya cukup lama antara selesainya pembangunan bendungan dengan pemanfaatan airnya.

"Untuk yang SPAM Karian-Serpong ini InsyaAllah diatur waktunya, begitu selesai Bendungan Karian-nya maka diharapkan tidak terlalu lama untuk bisa dimanfaatkan airnya sebagai air baku di SPAM Regional Karian Serpong," katanya.

Menteri PUPR menambahkan bahwa apa yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman yang paling penting adalah distribusi airnya.

Terkait penyelesaian pipanya nanti oleh Karian Water Services, Menteri Basuki yakin mereka bisa menyelesaikannya secara tepat waktu sesuai dengan kontrak perjanjian.

"Kita harus bekerja keras memastikan seperti apa yang dipesankan oleh bapak Dirjen PPR Kemenkeu Luky Alfirman bahwa SPAM ini dapat segera dimanfaatkan, karena harus mendistribusikan air ke wilayah DKI Jakarta sebanyak 3.200 liter per detik, kemudian ke Kota Tangerang 750 liter per detik, dan Tangerang Selatan 650 liter per detik.Ini membutuhkan sambungan rumah yang tidak sedikit," kata Menteri PUPR.

Lebih lanjut Menteri Basuki menjelaskan bahwa ada baiknya dan seharusnya berpikir mulai sekarang bahwa distribusinya juga mulai dipikirkan untuk pemanfaataannya tepat waktu, sehingga investasi yang tidak sedikit ini bisa dioptimalkan bagi kepentingan masyarakat.

Kementerian PUPR selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) Proyek KPBU SPAM Regional Karian-Serpong, pada hari ini Jumat (30/4) menyelenggarakan Penandatanganan Perjanjian KPBU SPAM Regional Karian-Serpong. Proyek ini merupakan Proyek KPBU kedua untuk SPAM Regional yang menjadi kewenangan Pusat, setelah SPAM Regional Jatiluhur I yang telah melaksanakan penandatanganan perjanjian pada bulan Februari 2021 lalu.

Proyek KPBU SPAM Regional Karian-Serpong nantinya dapat menyediakan air minum curah sebesar 4.600 liter/detik ke tiga wilayah, antara lain Provinsi DKI Jakarta sebesar 3.200 liter/detik, Kota Tangerang sebesar 750 liter/detik, dan Kota Tangerang Selatan sebesar 650 liter/detik. Dengan adanya pembangunan SPAM Regional Karian-Serpong ini diharapkan dapat menghasilkan sekitar 368.000 sambungan rumah (SR) untuk memberi layanan air minum kepada sekitar 1,84 juta jiwa.

Proyek ini menggunakan skema unsolicited dengan pemrakarsa Konsorsium Korea Water Resources Corporation (K-Water) – PT Adhi Karya (Persero) Tbk. – LG International. Setelah melalui proses lelang yang dilaksanakan oleh Panitia Pengadaan Badan Usaha Pelaksana SPAM Regional. Kemudian pada tanggal 5 Januari 2021 telah diterbitkan Surat Penetapan Pemenang Lelang (Letter of Award /LoA) kepada Konsorsium Pemrakarsa sebagai pemenang lelang yang tindak lanjuti oleh Konsorsium pemenang lelang dengan membentuk Badan Usaha Pelaksana (BUP) yaitu PT Karian Water Services.

Ditargetkan proyek ini akan memulai tahap konstruksi pada Kuartal IV tahun 2021 dan akan beroperasi pada Kuartal IV tahun 2024. Setelah penandatanganan ini, selanjutnya proses konstruksi akan dimulai pada November 2021 sampai dengan Oktober 2024 dengan perkiraan jangka waktu konstruksi selama 3 tahun.

Baca juga: Menteri PUPR targetkan konstruksi Tol Cisumdawu tuntas akhir tahun ini
Baca juga: BKPM: Investor asing pemenang SPAM Karian wajib gandeng pebisnis lokal
Baca juga: Menteri PUPR: Banjir Pantura perlu ditangani teknikal dan non-teknikal