Menteri Sofyan Djalil: BPN Juga Kena Tipu soal Kasus Dino Patti Djalal

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil, mengaku pihaknya turut kena tipu dalam kasus pencurian sertifikat tanah milik ibu dari Dino Patti Djalal.

Sebab, BPN turut berperan dalam perubahan nama pada sertifikat tanah atas nama orang tua dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut.

"Sebenarnya kalau di BPN ini kita juga kena penipuan, karena orang datang dengan KTP-nya seolah-olah KTP orang yang bersangkutan, ya ada fotonya di situ, ada KTP-nya. Padahal itu adalah hasil rekayasa," kata Sofyan Djalil dalam sesi teleconference, Kamis (11/2/2021).

Sofyan menceritakan, mafia tanah dalam kasus ini datang ke kantor BPN dengan membawa sertifikat asli dan KTP milik ibu Dino Patti Djalal.

"Itu sulit sekali (dilacak), karena kebetulan itu bukan KTP elektronik. Makanya kalau KTP elektronik relatif jauh lebih mudah mencegah," ujar dia.

Menurut Sofyan, kasus pencurian sertifikat tanah Dino Patti Djalal ini lantas menyadarkan publik bahwa mafia tanah saat ini masih ramai bergentayangan.

Dia menyatakan, meskipun sudah banyak mafia tanah yang ditangkap, namun penjahat yang tersebut kembali berstatus residivis dan melakukan tindak pidana serupa.

"Oleh sebab itu masyarakat harus berhati-hati jangan memberikan sertifikat karena sertifikat itu adalah surat berharga, kemudian penjahat ini pintar melakukan berbagai upaya," imbuh Sofyan Djalil.

Sulit Lacak Mafia Tanah, Menteri Sofyan Djalil Tetap Siap Bantu Dino Patti Djalal

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyatakan komitmen untuk membantu mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang terbelit kasus pencurian sertifikat oleh mafia tanah.

Namun demikian, Sofyan mengatakan, penipuan atau pencurian sertifikat tanah ini biasanya memang terjadi sebelum laporan masuk ke Kantor BPN.

Oleh karenanya, Kementerian ATR/BPN disebutnya saat ini memang kesulitan untuk melacak para mafia tanah yang telah banyak merugikan masyarakat.

"Jadi bahwa saya pernah ketemu pak Dino, kita betul-betul ingin menyelesaikan masalah ini hingga masyarakat tidak dirugikan. Cuman belum bisa sampai kepada titik dimana kita bisa memetakan," kata Sofyan Djalil dalam sesi teleconference, Kamis (11/2/2021).

Seperti diketahui, Dino Patti Djalal menceritakan bahwa dirinya telah lima kali jadi korban pencurian sertifikat rumah atau tanah atas nama ibunya. Menindaki kasus ini, ia telah berkomunikasi dengan Sofyan Djalil, dan mengapresiasi pemerintah yang terus berkomitmen untuk memberantas tindak mafia tanah dengan berbagai cara, termasuk dengan pengalihan ke sertifikat elektronik.

"Yang penting adalah pemilik yang sah harus selalu dilindungi, dan kalau memang secara elektronik ini membantu tentu baik," tegas Dino Patti Djalal kepada Liputan6.com.

Mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat ini juga mengapresiasi Kementerian ATR/BPN yang mau berikhtiar melawan sindikat mafia tanah. Dia pun mendorong agar sertifikat yang benar-benar bermasalah dapat secepatnya dikembalikan.

"Jadi BPN punya kekuasaan untuk mengembalikan sertifikat yang bermasalah. Termasuk balik nama," ungkap Dino Patti Djalal.

"Ini satu-satunya biar mereka jera. Saya percaya sama pak Sofyan Djalil (Menteri ATR/Kepala BPN) dia integritas sangat tinggi. Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: