Menteri Sosial bantu pengobatan tiga anak di Riau

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini memberikan bantuan pengobatan kepada tiga anak asal Riau yang mengidap penyakit di Sentra Abisekha, Jalan sekolah, Rumbai Pesisir, Kamis (3/11) malam.

Dalam kegiatan ini Kementerian Sosial RI bekerja sama dengan kitabisa.com menyalurkan bantuan hasil pemberian donatur. Salah satu penerima bantuan alah Aidil Fikri (2) yang mengidap penyakit jantung bocor.

Aidil yang merupakan putra dari Subhanudin warga Kepulauan Meranti telah mengidap penyakit ini sejak usia 1,5 tahun. Hingga kini, ia masih harus mengkonsumsi obat untuk mengobati penyakit yang dideritanya.

Aidil sebelumnya telah melakukan pengobatan ke Jakarta karena fasilitas di Riau belum cukup mumpuni untuk mengobati penyakitnya.

Aidil merupakan satu dari tiga anak yang mendapatkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial ATENSI dari Kementerian Sosial RI.

Baca juga: Mensos beri motivasi penyandang penyakit berat dan disabilitas di Aceh

Baca juga: Mensos beri atensi anak korban kejahatan seksual di Pangandaran

ATENSI merupakan layanan rehabilitasi sosial yang menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas atau residensial melalui kegiatan dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial anak, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual, pelatihan vokasional, pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial serta dukungan aksesibilitas.

Selain Aidil, ada pula Jefperizal dan Daffa Zuhairi yang mendapatkan bantuan yang sama dari Kementerian Sosial RI dan kitabisa.com.

Tri Rismaharini menjelaskan bantuan ini diberikan pihaknya setelah mendapatkan informasi terkait adanya anak yang membutuhkan pengobatan dari media massa maupun media sosial.

"Informasi ini yang kami scanning setiap hari dan kemudian kami tindaklanjuti,” kata Risma.

Risma mengatakan beberapa kasus memang sudah difasilitasi dengan BPJS namun tidak seluruhnya dapat terlayani.

“Inilah orang-orang baik di luar sana para donatur melalui kitabisa mengumpulkan untuk biaya non BPJS maupun operasional mereka,” ungkap Risma.

Lebih lanjut, dikatakannya, pembiayaan angkutan maupun operasional selalu ditangani, tapi ada juga yang tidak dikarenakan biayanya cukup besar sehingga dibutuhkan donasi lain.

"Selama ini sudah lebih dari 100 anak yang kita bantu dan beberapa diantara sudah sembuh,” pungkasnya.

Sebelumnya Risma bersama rombongan juga mengunjungi langsung kondisi korban kekerasan terhadap anak di bawah umur di Desa Candirejo, Pasir Penyu, Indragiri Hulu, serta menemui warga Suku Malang Mamak di pedalaman.

Baca juga: Risma tunggu Kemenkeu atas usulan Atensi Anak YaPi Rp11,3 triliun

Baca juga: Risma salurkan bantuan dan berdayakan kelompok marjinal di NTB