Menteri Suharso Bertemu Ahli Arsitektur Bahas Istana Negara Garuda

Lis Yuliawati, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengadakan pertemuan dengan para ahli arsitektur dan tata kota, usai dikritiknya rancangan Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Para ahli yang hadir di antaranya dari Ikatan Ahli Perencana Wilayah dan Kota (IAP), Ikatan Ahli Arsitek Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI), Green Building Council Indonesia (GBCI).

Pertemuan itu, menurut Suharso, untuk mendiskusikan dengan para ahli tersebut mengenai rancangan Istana Negara di IKN baru termasuk desain keseluruhan IKN. Selain itu, juga untuk menegaskan bahwa tampilan Istana Negara yang berbentuk patung Garuda masih sebatas gagasan awal.

"Kita pikirkan bangunan burung garuda secara arsitektur bagaimana atau secara security-nya, kita bisa diskusikan,” katanya melalui keterangan resmi, Senin, 5 April 2021.

Untuk pembangunan Istana Negara, Kementerian PPN/Bappenas serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menurut dia, sudah menyelaraskan dengan materi Master Plan Ibu Kota Negara dan Urban Design Ibu Kota Negara.

Dalam membangun IKN secara keseluruhan, Suharso memastikan, aspek lingkungan adalah salah satu elemen penting yang akan terus menjadi perhatian utama pemerintah. Berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian PPN/Bappenas memastikan pembangunan akan memperhatikan pelestarian lingkungan.

“Pembangunan ini sangat memperhatikan lingkungan hidup, bahkan kita menghutankan kembali hutan yang sudah rusak. Semua hitungan dalam proses perencanaan dan rancangan Ibukota Negara sudah kita perhitungkan, prosesnya sudah mengikuti kaidah yang bisa diterima dan paling penting tidak melanggar undang-undang,” ujar Menteri Suharso.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata menyatakan desain Istana Negara yang telah digambarkan adalah desain dari biro arsitek Nuart yang dimiliki Nyoman Nuarta.

“Desain Istana Negara Ibu Kota Negara baru yang berbentuk Garuda tersebut adalah rancangan biro arsitek Nuart yang dimiliki Nyoman Nuarta. Sepertinya desain tersebut merupakan gagasan awal yang dapat diperdalam dan didiskusikan bersama para ahli di bidang arsitektur dan perencana,” ujar Deputi Rudy.

Dalam pernyataan bersamanya yang dikutip VIVA, Rabu, 31 Maret 2021, para ahli tersebut menilai, istana negara yang berbentuk burung garuda atau burung yang menyerupai Garuda merupakan simbol yang tidak mencirikan kemajuan bangsa.

"Di dalam bidang arsitektur tidaklah mencirikan kemajuan peradaban bangsa Indonesia di era digital dengan visi yang berkemajuan, era bangunan emisi rendah dan setelah COVID-19 (new normal)," demikian dikutip dari pernyataan bersama tersebut.

Mereka mengusulkan, bangunan gedung Istana Negara seharusnya merefleksikan kemajuan peradaban atau budaya, ekonomi dan komitmen pada tujuan pembangunan berkelanjutan negara Indonesia. Khususnya dalam partisipasinya di dunia global.

"Bangunan gedung istana negara seharusnya menjadi contoh bangunan yang secara teknis sudah mencirikan prinsip pembangunan rendah karbon dan cerdas sejak perancangan, konstruksi hingga pemeliharaan gedungnya," ujar mereka.