Menteri Suharso Minta G20 Beri Dukungan pada UMKM di Negara Berkembang

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa membuka gelaran Development Ministerial Meeting G20. Dia mewanti-wanti negara anggota G20 untuk turut serta memberikan dukungan terhadap UMKM. Sebab, sektor ini mampu menjadi motor pertumbuhan di negara berkembang.

"Kita telah menyaksikan bahwa di negara berkembang, Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM akan menjadi tumpuan penting untuk menciptakan 600 juta lebih pekerjaan yang akan dibutuhkan untuk 15 tahun ke depan dalam menyerap tenaga kerja global yang terus mengalami peningkatan," kata dia dalam DMM G20, Belitung, Kamis (8/9).

Harapannya, negara anggota G20 bisa memprioritaskan dukungan terhadap UMKM sehingga bisa bertahan sekuat mungkin dari guncangan atau krisis mendatang. Upayanya bisa berupa adopsi praktik bisnis berkelanjutan dan manajemen risiko.

UMKM, menurut dia sebagai salah satu motor penggerak ekonomi, di mana sejalan dengan forum tingkat menteri pembangunan. Dia mengisahkan kalau Development Working Group yang terbentuk 1 dekade lalu memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan negara berkembang.

"Forum yang kita isikan dapat menyatukan ekonomi-ekonomi terbesar dunia untuk bersama-sama menutup kesenjangan pembangunan dan membantu negara berkembang. Perjalanan kita tidak selalu mudah, namun kuatnya kolaborasi kita selama ini telah membuktikan bahwa kita tidak pernah sendirian," paparnya.

Di sisi lain, Suharso melirik masih dibutuhkannya perlindungan sosial terkait dampak Covid-19 di negara berkembang. Meski ada peningkatan program perlindungan sosial selama pandemi, namun lebih dari 4 miliar penduduk di dunia masih belum tercakup dalam sistem perlindungan sosial.

"Untuk memastikan resiliensi masyarakat dalam menghadapi guncangan dan krisis, kami sebagai Presidensi, memfokuskan prioritas kami pada inisiatif perlindungan sosial adaptif," kata dia.

Menurutnya, cara ini sesuai untuk memitigasi dan melakukan adaptasi yang lebih baik terhadap berbagai guncangan. Seperti halnya pandemi, bencana alam, dan bencana akibat perubahan iklim.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]