Menteri: Suriah Kini Lebih Kuat

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS - Menteri Dalam Negeri Suriah Mohammad Nidal ash-Shaar , Senin (23/4), menegaskan negaranya akan memulihkan kestabilan dan akan keluar dari krisis saat ini dalam keadaan lebih kuat daripada sebelumnya, demikian laporan kantor berita resmi Suriah, SANA.

Mohamad Nidal ash-Shaar mengeluarkan pernyataan itu selama sidang yang diadakan Senin dengan mahasiswa akademi kepolisian. Dalam pertemuan tersebut, menteri itu menyampaikan kembali dugaan pemerintah bahwa kelompok bersenjata didukung komplotan asing berada di belakang kerusuhan satu tahun di Suriah.

Ia menekankan pentingnya kesediaan penuh guna "menangkal tangan jahat mengganggu kestabilan dan keamanan negara".

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Fayssal Mikdad, Senin, juga menggarisbawahi komitmen penuh pemerintah bagi rencana enam pasal yang diajukan oleh utusan internasional untuk Suriah, Kofi Anna, kata SANA.

Mikdad mengeluarkan pernyataan tersebut selama pertemuannya dengan delegasi media asing.

Ia menyatakan "kelompok teroris bersenjata" dan negara yang mendukung mereka belum mematuhi rencana dukungan PBB, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa.

Mikdad juga menegaskan pentingnya dialog nasional dan menyatakan itu adalah satu-satunya cara mengatasi krisis 13 bulan di Suriah.

Suriah telah menerima baik gencatan senjata dukungan PBB yang bertujuan menyelesaikan krisisnya secara politik, dan satu tim pendahulu pengamat internasional tiba di Suriah pekan lalu guna memantau gencatan senjata yang rapuh.

Gencatan senjata itu adalah bagian dari rencana perdamaian enam pasal yang diperantarai oleh utusan gabungan PBB-Liga Arab untuk Suriah, Kofi Annan. Rencana tersebut, yang didukung banyak kalangan masyarakat internasional, menyerukan penarikan senjata berat dan tentara dari pusat permukiman, penghentian pertempuran yang terjadi setiap hari guna memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dan perawatan korban cedera, serta pembicaraan antara pemerintah dan oposisi.

 

 

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.