Menteri Teten: Belanja Bagian dari Ibadah, Bisa Hidupkan Ekonomi Masyarakat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengajak masyarakat kelas menengah atas untuk berbelanja produk dalam negeri. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam kick off Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI).

"Saya ingin mengimbau kelas menengah atas belanja di HBDI. Karena belanja saat ini bagian dari ibadah. Bisa hidupkan banyak sekali kegiatan ekonomi masyarakat," kata Teten, Jakarta, Jumat (9/7).

Teten Masduki menejelaskan, selama pandemi, tabungan masyarakat kelas menengah atas terus meningkat. Jumlahnya bahkan hampir mencapai Rp 700 triliun di bank sebagai Dana Pihak Ketiga (DPK).

"Ayo jangan simpan terus uangnya di bank. Belanjakan untuk beli produk lokal dan UMKM supaya bisa bangkitkan ekonomi nasional," kata Teten Masduki.

Adapun HBDI merupakan acara tahunan yang rutin diadakan HIPPINDO. Perayaan tahun ini merupakan tahun kelima kegiatan tersebut yang biasa digelar pada Agustus bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan Indonesia.

Untuk HBDI kelima ini, penyelenggara tidak hanya menebar diskon namun juga menyediakan fasilitas vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat, pelaku UMKM, dan penyandang disabilitas yang telah berlangsung sejak 1 Juli lalu.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Menteri Teten: Sekarang Orang Bukan Beli Makanan Murah, Tapi Pilih yang Sehat

(Foto:Dok.KemenkopUKM)
(Foto:Dok.KemenkopUKM)

Sebelumnya, Para konsumen memiliki pertumbuhan khusus untuk membeli suatu produk di tengah pandemi Covid-19. Pertumbuhan khusus tersebut adalah faktor kebersihan melalui packaging aman untuk memenuhi aspek kesehatan. Hal tersebut diungkap oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

"Sehingga, industri makanan rumahan ini yang tumbuh terutama makanan siap saji yang dikemas. Sekarang orang lagi bukan beli makanan yang murah tapi yang sehat," ujar Teten Masduki dalam acara Peringatan Hari Pangan Dunia, Selasa (12/6/2021).

Sejak kemunculan pandemi Covid-19 di akhir tahun 2019 lalu telah mengubah pola konsumsi masyarakat global termasuk Indonesia. Salah satunya dengan prioritas konsumen untuk membeli produk makanan berkemasan agar terhindar dari risiko terpapar virus corona jenis baru itu.

"Jadi, hari pangan sedunia menjadi momen penting bagi kita semua bahwa keamanan pangan dunia adalah salah satu prioritas. Terutama pada masa pandemi Covid-19," tekannya.

Maka dari itu, dia mengajak BPOM untuk berkolaborasi membantu pelaku UMKM sektor makanan dalam menghasilkan produk yang bisa memenuhi aspek higienitas. Menyusul adanya perubahan perilaku konsumen dunia yang lebih memilih membeli produk makanan berkemasan ketimbang dengan harga miring.

"Jadi, saya kira dukungan kerja sama BPOM untuk UMKM pangan sangat menolong untuk pemulihan di tengah pandemi Covid-19 yang memang banyak di gerakan oleh tiga sektor utama yaitu makanan minuman, pemeliharaan kesehatan, dan home care," beber Teten Masduki.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel