Menteri Teten Ingin Inaproduct Bantu UMKM Tembus Pasar Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap kerja sama Inaproduct dengan pemerintah dapat membantu UMKM menembus pasar dunia. UMKM harus terus dioptimalkan agat memiliki daya saing sebagai penopang ekonomi nasional.

"Dengan adanya Inaproduct ini saya berharap semakin mudah UMKM dengan buyer di dunia," ujar Teten dalam penandatanganan kesepakatan dengan Inaproduct sebagai direktori produk Indonesia, Jakarta, Kamis (28/10/2021).

UMKM saat ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Alasannya, UMKM tahan banting terhadap setiap situasi yang terjadi. Hal ini sudah terbukti pada krisis keuangan dan pandemi Virus Corona yang terjadi saat ini.

"UMKM meskipun menjadi tulang punggung ekonomi nasional masih ada kelemahannya tapi ada kehebatannya tahan banting. Dari berbagai krisis ke krisis UMKM yang menyelamatkan ekonomi nasional. Tahan banting, biasa susah. Kita harus berterimakasih. Kita mendukung umkm bangkit," katanya.

Teten menambahkan, UMKM harus terus dioptimalkan agat memiliki daya saing sebagai penopang ekonomi nasional. Bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda, dia ingin, UMKM memiliki semangat untuk terus maju.

"Sehingga betul-betul ke depan poduktif dan punya daya saing dengan begitu kita menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Di tengah Sumpah Pemuda, saya senang sekali akhirnya harapan kami punya direktori produk Indonesia terlaksana," jelas Teten Masduki.

Reporter: Anggun P Situmorang

Sumber: Merdeka.com

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

80 Persen UMKM Indonesia Tetap Beroperasi di Tengah Pandemi Covid-19

Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Pemerintah mendorong sektor UMKM sebagai tindak lanjut dari program Bangga Buatan Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pengunjung memilih produk UMKM pada acara In Store Promotion di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Pemerintah mendorong sektor UMKM sebagai tindak lanjut dari program Bangga Buatan Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air sangat tangguh. Di tengah tekanan pandemi Covid-19, UMKM di Indonesia masih bisa bertahan dan tetap beroperasi.

Berdasarkan Survei BRI Micro & SME Index (BMSI), mayoritas pelaku UMKM di Indonesia sangat ulet, sehingga bisa menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Sebanyak 80 persen UMKM terus mempertahankan dan menjalankan bisnisnya di tengah kondisi yang menantang.

"Hanya 20 persen pelaku UMKM yang pernah berhenti beroperasi selama periode pandemi, yakni pada Maret 2020 hingga September 2021. Sementara sisanya, yakni sebesar 80 persen UMKM, terus mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi," jelas Direktur Utama BRI Sunarso, dalam press conference Laporan Keuangan Triwulan III 2021 di Jakarta, Rabu (27/10).

Dalam survei tersebut, terlihat bahwa pelaku UMKM sangat optimistis di kuartal IV 2021 ini bisnis akan semakin membaik. Hal ini berdasarkan keyakinan bahwa pandemi Covid-19 semakin terkendali dan juga relaksasi berbagai aturan PPKM.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel