Menteri Teten Minta UMKM Manfaatkan Fasilitas Bebas Bea Masuk AS

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM mengajak para pelaku usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah siap ekspor untuk memanfaatkan Generalized System of Preference (GSP). Untuk diketahui, GSP merupakan fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk yang memungkinkan produk UMKM lebih banyak diekspor ke Amerika Serikat (AS).

"GSP ini fasilitas yang diberikan secara unilateral oleh pemerintah AS kepada negara berkembang sejak tahun 1974 yang harus dimanfaatkan dengan baik sebagai peluang oleh UMKM di Indonesia," Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keterangannya, Senin (2/11/2020).

Teten menilai hal ini harus dimanfaatkan sebagai peluang mengingat saat ini harga komoditas China menjadi tidak kompetitif di pasar AS karena adanya penerapan tarif impor dari AS. Sehingga volume komoditas yang berasal dari China berkurang.

Di samping itu AS dianggap memiliki potensi pasar yang besar sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia. Tercatat pada 2020 mencapai USD 22,34 triliun dengan konsumsi domestik masyarakat AS yang sangat besar dan daya beli tinggi (GDP perkapita USD 53.240).

"Diperpanjangnya fasilitas GSP oleh Amerika Serikat untuk Indonesia merupakan berkah besar bagi Indonesia di saat ekonomi sulit sekarang ini. Apalagi produk-produk yang mendapat fasilitas GSP berasal dari kelompok produk yang banyak menyerap tenaga kerja dan bisa diproduksi oleh para UKM di Indonesia," ujar Teten.

Oleh karena itu, pihaknya akan memberikan dukungan fasilitasi dan sertifikasi internasional (termasuk sertifikasi produk oleh FDA dan Kementerian Pertanian AS), pendampingan, serta insentif bagi UMKMyang produknya masuk GSP agar mampu mengekspor ke AS, diantaranya produk kayu, perhiasan, mainan anak, wig dan bulu mata, furniture, alas kaki, serta hortikultura, kopi, teh, cokelat, rempah, dan sayur-sayuran organik.

Mitra

Pekerja menyelesaikan pembuatan miniatur pesawat di workshop Anglo Indonesian Aircraft Models di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (15/10/2020). Produk miniatur pesawat buatan Anglo Indonesian Aircraft Models ini telah diekspor ke beberapa negara. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pekerja menyelesaikan pembuatan miniatur pesawat di workshop Anglo Indonesian Aircraft Models di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (15/10/2020). Produk miniatur pesawat buatan Anglo Indonesian Aircraft Models ini telah diekspor ke beberapa negara. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pihaknya juga mendorong usaha besar yang bermitra dengan KUKM yang produknya masuk GSP untuk ekspor ke AS serta membuka peluang masuknya investor AS untuk bermitra dengan UKM di bidang manufakturing, distribusi, dan marketing.

Menteri Teten mengatakan ke depan perlu diusulkan tambahan jenis produk yang memperoleh GSP, khususnya produk yang diproduksi UKM. Selain itu bagi produk UKM yang masuk dalam GSP perlu diproduksi dalam suatu kawasan/sentra atau dengan bentuk factory sharing sehingga terbentuk ekosistem yang efisien.

"Kami juga akan mengoptimalkan kerja sama LLP-KUKM dan Sarinah sebagai Trading House untuk produk UKM dan memiliki warehouse di AS sebagai Home based untuk memasarkan produk UKM yang terpadu dengan sistem pendanaan dan sistem transaksi online," paparnya.

Strategi lain yakni dengan membuka beberapa toko produk Indonesia di beberapa sentra komunitas diaspora Indonesia di Los Angeles, San Fransisco, dan Houston. Pihaknya juga akan memanfaatkan momentum Trade Expo Indonesia Virtual 2020 yang rencana akan dibuka Presiden Jokowi pada 10 November

"Kemampuan UMKM untuk bisa menembus pasar ekspor Amerika Serikat akan menjadi benchmarking bagi UMKM sehingga bisa menembus ekspor ke negara lain dengan lebih mudah," tandasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan berikut ini: