Menteri Teten: Peran Perempuan dalam Ekonomi Nasional Sangat Besar

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, perempuan memiliki peran yang penting dalam perekonomian nasional. Hal ini karena dari 99 persen pelaku ekonomi nasional yang adalah usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sebanyak 60 persennya adalah perempuan.

"Jadi penting peranan perempuan dalam perekonomian nasional," jelas dia secara virtual, Senin (19/4/2021).

Teten mengatakan, kinerja ekonomi nasional memang sangat tergantung dengan kekuatan ekonomi UMKM. Artinya, sangat bergantung pula kekuatan ekonomi kepada peran pelaku usaha perempuan.

Atas dasar itu, dirinya menyambut baik langkah dilakukan oleh Migrant Care yang menjadi salah satu pihak yang mendorong aktivitas pemberdayaan kelompok UKM perempuan purna migran melalui program Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi). Menurutnya ini sangat penting guna mendukung perekonomian nasional.

"Saya dengar program ini sudah diterapkan di 5 provinsi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT. Kami berharap program ini bisa diperkuat," pintanya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Erick Thohir: Target 15 Persen Direksi Perempuan di BUMN Harus Terwujud 2021

Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Raker tersebut di antaranya membahas perkembangan tentang uji vaksin untuk COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Raker tersebut di antaranya membahas perkembangan tentang uji vaksin untuk COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, dengan adanya program pelatihan dari Forum Human Capital Indonesia (FHCI), diharapkan bisa mencetak komisaris yang bertalenta yang sesuai dengan korporasi BUMN.

“Kita berharap, komisaris yang background-nya bukan korporasi ini kita training secara bersama agar pola pikirnya sama dengan apa yang diharapkan. Sesuai dengan direksi yang kita mau menjadi terdepan terhadap perubahan dan persaingan daripada BUMN ini,” kata Erick Thohir dalam Konferensi Pers Pelantikan Pengurus dan Kick Off FHCI 2021 secara virtual Rabu, (7/4/2021).

Menurutnya, BUMN patut bangga ketika di industri perbankan misalnya ada swasta dan asing, tetapi bank-bank himbara bisa juga menjadi pemain yang luar biasa. Selain itu 2 bank himbara sudah masuk ke dalam perusahaan terbesar di dunia.

“Nah ini kan luar biasa belum lagi penugasan yang sangat signifikan, di mana bantuan kepada UMKM yaitu finansial atau keuangan itu dengan 4 bank himbara sudah mencakup 60 persen dari total pinjaman UMKM di Indonesia ini tentu jauh lebih besar daripada bank swasta atau bank yang namanya internasional,” jelasnya.

Itulah suatu contoh, dimana cluster-cluster di BUMN ini ditantang ke depannya harus bisa bersaing dengan sehat dan mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, untuk menciptakan human capital di jajaran direksi BUMN, pihaknya berkolaborasi dengan FHCI untuk mencetak direksi dan komisaris yang sesuai dengan visi misi BUMN.

“Kita lihat ini menjadi sebuah kerjasama yang baik antara direksi dan komisaris kedepannya karena pola pikirnya sama,” ujarnya.

Direksi Milenial dan Perempuan

Di sisi lain, Menteri Erick menargetkan kepemimpinan muda di BUMN pada tahun 2021 mencapai 5 persen, dan bagi kepemimpinan perempuan di jajaran direksi BUMN ditargetkan bisa mencapai 15 persen di tahun ini.

“Sangat penting salah satunya bagaimana leadership forum ini menjadi sesuatu yang sangat fokus tidak general. Leadership kepada pimpinan muda BUMN yang sekarang jumlahnya itu di direksi masih 4 persen yang dibawah usia 42 tahun, kita harapkan tahun ini 5 persen,” katanya.

Menurutnya dengan adanya training di FHCI ini bisa menjadikan generasi milenial untuk paham apa itu kepemimpinan, sehingga mereka bisa menjadi pemimpin yang baik. Sama halnya dengan kepemimpinan perempuan, saat ini kepemimpinan perempuan di jajaran direksi BUMN masih 11 persen, oleh karena itu Erick menargetkan tahun ini bisa mencapai 15 persen.

“Sama juga ketika kita bicara kepemimpinan perempuan yang sekarang masih 11 persen, dan di tahun ini saya minta bisa mencapai 15 persen dan tahun 2023 menjadi 20 persen untuk kepemimpinan perempuan,” ujarnya.

Dengan demikian, ia menegaskan, transformasi di BUMN tidak akan berjalan jika tidak ada transformasi Human Capitalnya. Menurutnya, human capital menjadi kunci yang sangat penting untuk terjadinya perubahan besar-besaran, pola pikir, dan tentunya akhlak di seluruh BUMN.

“Kita harapkan juga bersama-sama dan ini juga kita sambungkan kepada kepemimpinan muda, bagaimana di era transformasi ini kepemimpinan muda bisa menjadi leader. Kita bisa menjadikan BUMN kita menjadi korporasi yang bersaing ke kancah global,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: