Menteri Teten Yakin Porsi Wirausaha Indonesia Capai 3,94 Persen di 2024

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, pemerintah menargetkan jumlah wirausaha di Indonesia bisa mencapai 3,94 persen di 2024. saat ini jumlah wirausaha masih di angka 3,40 persen.

Jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, porsi tersebut sangat rendah. Misalnya dengan Singapura yang sudah mencapai 8,5 persen dan Thailand yang di angka 4,5 persen.

"Target kita di 2024 ini 3,95 persen dari saat ini yang baru 3,40 persen," kata Teten Masduki dalam Webinar Semangat dan Aksi Perempuan Andalan untuk Indonesia, Selasa (5/10/2021).

Meskipun masih jauh dari target, Teten yakin bisa terwujudkan dalam 3 tahun. Menurutnya kondisi Indonesia akan lebih baik karena jumlah masyarakat yang telah mendapatkan vaksin terus bertambah.

Bahkan kata Teten, Indonesia masuk dalam 5 besar negara dengan akselerasi vaksinasi tertinggi di dunia. Sebagaimana banyak diperbincangkan, semakin banyak masyarakat yang telah divaksin, maka peluang pemulihan ekonomi suatu negara akan lebih cepat dan tinggi.

"Jadi kami meyakini vaksinasi ini sebagai tantangan. Di seluruh dunia sudah diumumkan bahwa semakin tinggi jumlah penduduk yang divaksin, makin tinggi pula ekonomi tumbuh di suatu negara," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Vaksinasi

Teten menambahkan saat ini realisasi vaksinasi pemerintah sudah sesuai yang ditargetkan pemerintah. Sudah ada 94 juta penduduk yang mendapatkan vaksin dosis pertama dan 53 juta vaksin dosis kedua dari target 208 juta penduduk di akhir tahun 2021.

"Saat ini (vaksinasi) kita menembus 94 juta dengan dosis 1 dan 53 juta dosis kedua dari target 208 juta penduduk tervaksinasi," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel