Menteri Tifatul Berpantun, Sebut Mari Pangestu

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, kembali membaca pantun dalam kata sambutannya. Kali ini ia menyebut nama Mari Pangestu dalam pantunnya. "Mari Pangestu jualan sirih, cukup segitu dan terima kasih," ujarnya menutup kata sambutan pada acara "Gelar Informasi dan Komunikasi Penyuluhan Perikanan" di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis, 29 November 2012. Seisi ruangan pun tertawa mendengar kalimat tersebut.

Dalam sambutan tersebut, Tifatul menyarankan Kementerian Kelautan dan Perikanan membekali para penyuluh kelautan dan perikanan dengan iPad. Menurut dia, teknologi tersebut akan memberi nilai tambah terhadap produksi para nelayan. Ia menjelaskan, saat ini nelayan di negara maju bukan hanya mencari ikan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut tahun ini ada 8.000 tenaga penyuluh di Indonesia. "Pada 2013, kualitas tenaga penyuluh akan ditingkatkan menjadi 10.000 orang," kata Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Indra Sakti. Ia menuturkan, penyuluh perikanan berperan dalam rekayasa teknik dan sosial, untuk percepatan pembangunan industri kelautan dan perikanan.

Mereka, kata Tifatul, bisa mencari ikan sekaligus menentukan jenis ikan yang ditangkap. Ia menuturkan, jika memiliki "gadget" seperti iPad, para nelayan dapat mengetahui harga pasaran ikan di luar negeri seperti Hongkong. Sehingga, kata dia, para nelayan bisa memilih tujuan ekspor.

Ia pun menyampaikan kondisi para nelayan di kampung halamannya. Di sana, para nelayan hanya melaut sampai sejauh enam mil. "Ketika ditanya, mereka menjawab, "Pak Tif, ini saja tidak habis dimakan"."

MARIA YUNIAR

Berita Terpopuler:

Seperti Apa Panasnya Rapat Jokowi-Ahok soal MRT?  

Hina Gus Dur, Sutan Bhatoegana Dimarahi Mahasiswa 

Soal Tendangan Bebas Indahnya, Ini Jawaban Andik 

Jokowi Pulang Nebeng Mobil Wali Kota 

Kicauan Para Artis Tentang Gol Spektakuler Andik 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...