Menteri Tjahjo Sebut Ada Data Pribadi ASN yang Ikut Bocor

·Bacaan 1 menit

VIVAMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo, menyesalkan kebocoran data kependudukan yang diduga berasal dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Menteri Tjahjo pun mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengusut tuntas kebocoran data peserta BPJS Kesehatan, yang kemungkinan d idalamnya terdapat data aparatur sipil negara (ASN).

“Kami mendukung Kemkominfo untuk mengusut tuntas kejadian kebocoran data WNI ini. Saya yakini data-data yang dimiliki ASN juga termasuk didalamnya,” tutur Tjahjo dalam keterangan tertulisnya yang dikutip VIVA, Senin 24 Mei 2021.

Sebagai gambaran dalam kasus yang baru - baru ini mencuat, kebocoran data 279 juta penduduk terindikasi terkait nama, nomor telepon, alamat, gaji, serta data kependudukan. Kemungkinan pula, data para ASN juga termasuk dalam kebocoran data tersebut. Sebab, ASN, serta prajurit TNI-Polri juga menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Menurut informasi, Kemkominfo telah melakukan investigasi terhadap dugaan kebocoran data ini sejak 20 Mei 2021. Isu ini berasal dari media sosial yang menyebutkan data penduduk Indonesia bocor dan dijual ke forum peretas online. Dari 279 juta data, 20 juta diantaranya disebut memuat foto pribadi.

Perlu diakui juga, dasar hukum perlindungan data pribadi WNI masih dalam rancangan undang-undang (RUU). Dan Tjahjo pun mendorong parlemen mengesahkan RUU Perlindungan Data Pribadi.

“Kementerian PANRB mendorong DPR untuk segera mengesahkan RUU Perlindungan Data Pribadi demi terjaminnya data masyarakat, khususnya ASN yang dalam hal ini dirugikan atas kebocoran data BPJS Kesehatan tersebut,” ujar Tjahjo.

Sekadar diketahui, BPJS Kesehatan telah membentuk tim khusus bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kemkominfo, serta Telkom untuk melakukan penelusuran. Kemenkominfo juga sudah memanggil Direksi BPJS Kesehatan untuk segera memastikan dan menguji ulang data pribadi yang bocor.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel