Menteri Trenggono ingatkan debitur program KKP disiplin bayar cicilan

Ahmad Buchori
·Bacaan 2 menit

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan kepada debitur program modal usaha yang digulirkan Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) disiplin dalam membayar cicilan.

Menteri Trenggono dalam siaran pers di Jakarta, Senin, juga mengemukakan kepada pendamping agar betul-betul membantu debitur demi kelancaran pengembalian modal usaha yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Supaya didampingi yang mendapatkan pinjaman, terutama yang besar, supaya tidak menunggak,” kata Trenggono.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan dalam rangkaian kunjungan kerja di Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (2/5), telah menyerahkan dana bergulir sebesar Rp515 juta kepada enam pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan, yaitu pembudi daya udang, produksi garam, serta pengolah dan pemasar hasil perikanan (poklahsar).

Kepala Sub Divisi Operasional LPMUKP Anggaraini Zena yang turut serta dalam kegiatan tersebut, menegaskan agar pinjaman modal dimanfaatkan dengan baik, tepat sasaran sesuai tujuan awal.

Anggraini mencontohkan bila untuk pengembangan usahanya, maka tidak boleh dialihkan ke hal lainnya.

Ia juga mengajak pelaku usaha tidak sungkan berkonsultasi dengan pendamping bilamana ada permasalahan.

Sementara itu, Suparyono, Ketua Kelompok Usaha Garam Rakyat Kalibuntu Sejahtera 1 Desa Kalibuntu, Probolinggo, mengaku sebelumnya sulit mendapatkan KUR dikarenakan termasuk kelompok risiko tinggi.

Suparyono mengungkapkan bahwa pada tahun 2017, dirinya mengajukan pinjaman ke LPMUKP melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Probolinggo. Kini, kelompok usahanya sedang melakukan peminjaman yang kedua untuk membeli garam dari anggota dengan harga tinggi, agar tidak menjual ke tengkulak.

Disebutkan, Suparyono pernah memenangi lomba inovasi tingkat Provinsi Jawa Timur pada 2018. Ia menang setelah mendapatkan pinjaman dari LPMUKP dan arahan pendamping.

Modal itu digunakan untuk membangun rumah simpan atau gudang dan pembuatan jalan cor untuk garam. Produksi garam super tidak boleh kontak langsung dengan tanah.

Pinjaman modal juga digunakan untuk pengembangan garam on/off Katup Gadis dari bambu ke paralon dan membran UV.

Sedangkan nama inovasi on/off Katup Gadis berarti buka tutup garam jadi super. Garam on/off atau buka/tutup yang diterapkan kelompok Kalibuntu Sejahtera 1 telah diadopsi sejumlah daerah untuk mengantisipasi musim hujan.

Daerah lain yang sudah menggunakan sistem kristalisasi garam on/off, antara lain Banyuwangi, Sumenep, Rembang, beberapa kabupaten di NTB, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Suparyono yakin, bila produksi garam di Indonesia dapat berlangsung sepanjang tahun dengan menggunakan sistem on/off ini, produksi akan berlangsung sepanjang tahun tanpa terkendala cuaca sehingga harga garam petani tetap stabil dan tidak anjlok.

Baca juga: KKP salurkan permodalan Rp290 juta untuk nelayan Belitung

Baca juga: KKP ingin pemda tingkatkan sosialisasi fasilitas permodalan nelayan