Menteri Trenggono Janjikan Nelayan Dapat Uang Pensiun dan Asuransi

Fikri Halim, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjanjikan hal baru kepada para nelayan. Trenggono menyampaikan, terobosan itu yakni kementerian yang dipimpinnya akan membuatkan program uang pensiun kepada nelayan.

Hal itu dia katakan di sela kunjungan kerjanya ke lokasi Lumbung Ikan Nasional di Maluku, belum lama ini.

"Nelayan yang bekerja di situ harus memiliki tiga hal yang selalu saya canangkan. Nomor 1 adalah asuransi kecelakaan, nomor 2 asuransi kesehatan, dan tunjangan hari tua. Jadi nelayan dimulai di 3 WPP LIN ini, adalah nelayan yang memiliki pensiun di hari tuanya, saat tidak melaut lagi. Nah ini harus disiapkan," kata Trenggono seperti dikutip VIVA, Selasa 9 Februari 2021.

Baca juga: HPN 2021, Menag Yaqut Ajak Insan Pers Jadi Penjernih Informasi

Trenggono mengatakan, jaminan hari tua termasuk asuransi kesehatan dan kecelakaan di dalamnya akan dimulai di provinsi sebelah Timur Indonesia tersebut. Ia pun dalam kesempatan itu berdialog dengan perwakilan nelayan dan mendapati cerita tentang potensi ikan tuna di sana.

Ia juga menargetkan adanya transformasi sistem penangkapan ikan dan pengawasan terhadap kapal-kapal perikanan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Tujuannya semata-mata demi peningkatan produktivitas nelayan, menjaga kualitas produk, serta menjamin keberlanjutan populasi perikanan di laut Indonesia.

"Yang paling penting adalah kesiapan kita dari sektor kelautan dan perikanan. Sebetulnya pelabuhan (yang akan) dibangun oleh Bapak Menteri Perhubungan dan difasilitasi Bapak Gubernur Maluku itu tidak akan menjadi apa-apa, kalau kita tidak segera mengisi ekonomi di dalamnya supaya bergerak," kata dia.

Mengenai program lumbung ikan nasional atau LIN tersebut, Trenggono meminta jajarannya segera melakukan pelbagai persiapan. Mulai dari menghitung ulang potensi perikanan tangkap di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) di Maluku hingga penyiapan infrastruktur pendukung operasional pelabuhan perikanan.

Kata dia, persiapan yang matang juga akan menarik minat pelaku usaha untuk berinvestasi di kawasan lumbung ikan nasional. Bila ini terjadi, industri perikanan dan maritim dalam negeri pun akan maju. Dia juga meminta jajarannya rutin berkoordinasi dengan kementerian-lembaga terkait serta pemerintah daerah.

"Itu butuh effort yang begitu panjang. Hardware dan software yang harus disiapkan supaya nanti Pak Bahlil (Kepala BKPM) bisa menjual sarana ini, dia bisa bilang kita ikannya bagus-bagus, semuanya sehat dan sarana pengolahannya bagus, silahkan investor datang melakukan industrialisasi di sini," kata dia.