Menteri Trenggono: Pelatihan ke Masyarakat Harus Rutin agar Ahli dan Tambah Penghasilan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna mendorong geliat industri perikanan di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Kota Bitung.

Upaya tersebut dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri di setiap kampus perikanan di bawah naungan KKP. Faktor yang melatarbelakangi karena Bitung memiliki potensi untuk menjadi pusat perikanan dunia.

“Dominasi ikan yang didaratkan di Bitung selama ini adalah tuna yang merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi,” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, seperti dikutip Jumat (8/10/2021).

Untuk memaksimalkan potensi sumber daya perikanan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui industri perikanan, dibutuhkan sumber daya manusia unggul, yang siap terjun ke dunia kerja ataupun berwirausaha bidang perikanan tangkap, budidaya hingga pengolahan.

"Yang dibutuhkan industri bukan hanya di bidang pengolahan saja tapi juga soal budidaya. Perlu pendidikan di politeknik akan diarahkan ke budidaya," tambah dia.

Diprediksi dalam dua dekade mendatang, apa yang ditargetkan mengenai pendidikan politeknik dapat sesuai dan terlaksana.

Di Kota Bitung, Menteri Trenggono melihat langsung kegiatan dari praktik taruna taruni politeknik kelautan perikanan, seperti docking kapal, pembuatan alat tangkap, dan pengolahan ikan tuna.

Program Pendidikan Kelautan

Sosialisasi regulasi tersebut dinilai dapat meratakan dan meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia (Foto: KKP)
Sosialisasi regulasi tersebut dinilai dapat meratakan dan meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia (Foto: KKP)

Ternyata, Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung memberikan penyuluhan dan pelatihan secara rutin kepada masyarakat sebagai upaya mendorong produktivitas untuk menambah pendapatan maupun meningkatkan daya saing produk perikanan yang dihasilkan.

"Penyuluhan dan pelatihan ini harus rutin ke masyarakat, supaya masyarakat punya keahlian untuk menambah penghasilan," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik KP Bitung Daniel Ndahawali mengatakan dalam mendidik pemuda pemudi harus menggunakan model pembelajaran teaching factory. Supaya saat lulus, mereka siap terjun ke dunia kerja dan dilengkapi dengan sejumlah sertifikat.

Beberapa sertifikat yang dimaksud meliputi Ahli Nautika Kapal Penangkapan Ikan Tingkat 1 (Ankapin), Basic Safety Training, sertifikat kompetensi, dan buku pelaut.

Model pembelajaran teaching factory di Politeknik KP Bitung turut mendatangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), salah satunya melalui kegiatan docking kapal.

Peserta didik terlibat langsung dalam kegiatan tersebut didampingi tenaga pengajar dan praktisi yang sehari-hari bekerja di bidang itu.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel