Menuju Era Baru Sepak Bola Indonesia dengan Penonton di BRI Liga 1

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Kasus COVID-19 di Indonesia mulai menurun. Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa-Bali juga perlahan dikurangi. BRI Liga 1 2021/2022 meyambut situasi yang mulai membaik ini dengan rencana membuka kompetisi untuk penonton.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah melalui Koordinator PPKM Pulau Jawa-Bali, Luhut Pandjaitan untuk menggelar BRI Liga 1 dengan penonton.

"Presiden Jokowi meminta dievaluasi, kami sudah evaluasi dan memperbolehkan penonton maksimal 30 persen di beberapa kota yang levelnya memungkinkan," kata Luhut medio Oktober 2021.

"Namun, wajib dengan persyaratan tes swab PCR untuk pemain dan ofisial, lalu swab antigen untuk penonton. Ini akan kami putuskan segera," jelas pria yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) itu.

Sebelumnya, Koordinator PPKM luar Pulau Jawa-Bali, Airlangga Hartarto telah lebih dulu meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, PSSI dan PT LIB untuk mengkaji peluang BRI Liga 1 disaksikan oleh suporter di stadion.

"Saya sampaikan ke Pak Menpora dan Ketua PSSI untuk mengkaji kemungkinan BRI Liga 1 dan Liga 2 dihadiri oleh penonton, mungkin dalam prototipe yang jumlahnya kecil," kata Airlangga pada September 2021.

"Sekarang, masih tanpa penonton. Sambil kompetisi berjalan, akan dites dan dievaluasi. Termasuk nanti kami mengevaluasi PON Papua. Kami akan lihat efek ke depannya seperti apa," jelas pria yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut.

LIB Super Apps

Logo PT Liga Indonesia Baru. (Bola.com/Dody Iryawan)
Logo PT Liga Indonesia Baru. (Bola.com/Dody Iryawan)

PT LIB merespons permintaan pemerintah itu dengan merancang aplikasi LIB Super Apps. Aplikasi itu bakal menjual tiket penonton beserta penunjangnya seperti transportasi hingga penginapan.

Lantaran BRI Liga 1 masih digelar terpusat dan seri ketiga dimainkan di Jawa Tengah, mayoritas penonton kemungkinan bakal datang dari luar daerah untuk mendukung timnya di stadion.

PT LIB berencana untuk menguji coba sistem BRI Liga 1 dengan penonton dalam seri ketiga pada November-Desember 2021. Pendukung yang hadir juga dibatasi maksimal 1000 orang dengan 100 penonton per klub.

"Kami menggunakan aplikasi untuk monitoring semuanya. Mereka juga bisa pesan moda transportasi dari aplikasi, mau naik pesawat, bus, kereta sampai hotel. Jadi ketika mereka sampai misalnya di kota A, mereka sudah tahu mau ke mana. Kami mengatur itu dan semuanya di-mapping. Tidak ada yang keluar dari jalur tersebut. Kalau keluar bukan tanggung jawab kami tapi klub," kata Manajer Bisnis PT LIB, Ali Reza belum lama ini.

"Moda transportasi apa? Kami sudah siapkan di aplikasi. Untuk hotelnya kami juga sudah kerja sama dengan partner. Selama dalam masa uji coba, kami yang mendistribusikan tiketnya. Tapi kalau sudah balik normal lagi, dari sistem yang kami bangun itu bisa kami berikan ke klub dan bisa dipakai," jelas Ali Reza.

Rancangan Harga Tiket

Suporter Persib Bandung, Bobotoh, memberi dukungan saat melawan Sriwijaya FC pada laga Grup A Piala Presiden di Stadion GBLA, Bandung, Selasa (16/1/2018). Persib menang 1-0 atas Sriwijaya FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Suporter Persib Bandung, Bobotoh, memberi dukungan saat melawan Sriwijaya FC pada laga Grup A Piala Presiden di Stadion GBLA, Bandung, Selasa (16/1/2018). Persib menang 1-0 atas Sriwijaya FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Harga tiket uji coba BRI Liga 1 dengan penonton masih kurang bersahabat bagi suporter. PT LIB terlampau mahal mematok tarif masuk stadion mulai dari Rp250-Rp1,5 juta.

Kenapa harga tiket bisa setinggi itu? Sebab, PT LIB mengemasnya dengan bundling sejumlah produk protokol kesehatan seperti tes swab antigen, masker, hand sanitizer, sampai makanan dan minuman.

"Soal harga tiket Rp250 ribu-Rp1,5 juta. Itu biayanya untuk menutupi fasilitas protokol kesehatan. Kami akan kasih gratis tes swab antigen, hand sanitizer, masker, dan lain-lain. Belum lagi biaya aplikasi dan pengamanan," imbuh Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

"Rp250 ribu-Rp1,5 juta itu hanya untuk masuk stadion. Untuk biaya transportasi penonton beda lagi. Bisa dipilih nanti di aplikasi LIB Super Apps seperti pesawat, kereta api, dan moda transportasi lainnya," imbuh pria yang karib dipanggil Lulu itu.

Selain tiket menonton BRI Liga 1, penonton dari luar daerah juga dapat memesan moda transportasi hingga penginapan di LIB Super Apps. Sistem ini bakal mempermudah suporter yang kadung rindu mendukung klubnya di stadion.

"Moda transportasinya apa, kami sudah siapkan. Untuk hotelnya juga kami sudah kerja sama dengan partner kami. Contohnya, untuk harga hotel untuk suporter di bawah Rp300 ribu. Selain itu, di satu sisi kami juga jadi tahu siapa saja yang beli tiket karena mereka mendaftar dengan KTP," tutur Ali Reza.

Syarat Wajib untuk Penonton

Suporter Persija Jakarta, The Jakmania, memberikan dukungan saat melawan Becamex Binh Duong pada laga Piala AFC di SUGBK, Jakarta, Selasa (26/2). Kedua klub bermain imbang 0-0. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Suporter Persija Jakarta, The Jakmania, memberikan dukungan saat melawan Becamex Binh Duong pada laga Piala AFC di SUGBK, Jakarta, Selasa (26/2). Kedua klub bermain imbang 0-0. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Selain harga tiket, masih banyak persyaratan dan peraturan lainnya yang harus disiapkan PT LIB sebelum menggelar BRI Liga 1 dengan penonton.

Sebelumnya, PSSI memastikan bahwa stadion yang digunakan wajib single seat dan memiliki nomor bangku karena jumlah penonton bakal dibatasi.

Konsep BRI Liga 1 dengan penonton hanya memperbolehkan pendukung hadir maksimal 20 persen kapasitas stadion. PSSI juga mewajibkan penonton untuk divaksin dua kali lebih dulu sebelum masuk ke stadion.

"Tentunya penonton yang datang untuk menonton BRI Liga 1 dan Liga 2 sudah dua kali divaksin dan wajib swab antigen. Penonton juga tidak akan full. Ada batas maksimalnya mungkin 20 persen dari kapasitas stadion," ujar Ketua PSSI, Mochamad Iriawan.

"Kami akan menggelar uji coba untuk bisa memastikan sekaligus mengkaji ke tahapan berikutnya. Uji coba penonton itu artinya para koordinator kelompok suporter dan anggotanya akan kami coba untuk bisa melihat bagaimana pelaksanaannya di stadion."

"Tentunya penonton yang boleh hadir itu yang sudah dua kali divaksin dan wajib tes swab antigen. Kami memang ada rencana seperti itu dan akan mengundang kelompok suporter untuk berdiskusi."

"Bagaimana nantinya jika penonton boleh hadir? Suara dari bawah bagaimana, dan lain sebagainya sehingga menjadi satu suara. Kami baru bisa putuskan ada penonton atau tidak," tutur pria yang karib dipanggil Iwan Bule itu.

Klasemen Sementara BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel