Menuju Piala AFF 2020: PSSI Pastikan Tak Asal-asalan Menaturalisasi Pemain untuk Timnas Indonesia

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Sekjen PSSI, Yunus Nusi, memastikan pihaknya tak akan asal-asalan dalam menaturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia. Yunus menyebut, PSSI akan berhati-hati agar tidak ada kesalahan dokumen dalam proses pengajuan naturalisasi.

Beberapa hari terakhir, PSSI diwacanakan akan melakukan tambahan pemain untuk dinaturalisasi demi kepentingan Timnas Indonesia. Wacana itu muncul setelah adanya keinginan dari pelatih Shin Tae-yong.

Pelatih asal Korea Selatan itu menilai, Timnas Indonesia membutuhkan sejumlah nama pemain naturalisasi untuk bisa bersaing. Sejauh ini, ada empat pemain yang masuk proyeksi program naturalisasi untuk Timnas Garuda.

"PSSI bergerak cepat memproses naturalisasi pemain yang punya darah Indonesia. Kami harus hati-hati melakukan hal tersebut karena yang utama harus ada rekomendasi dari pelatih Shin Tae-yong," kata Yunus Nusi.

PSSI juga bakal lebih ketat dalam meninjau proses dokumen keturunan Indonesia dari pemain yang akan dinaturalisasi. Upaya ini dilakukan agar kasus Marc Klok tidak terulang pada masa depan.

"PSSI juga mengecek dokumen para pemain ini apakah benar-benar punya darah Indonesia. Bila dokumen tidak ada atau tidak diketahui FIFA, bisa saja kasus Marc Klok terulang. Saat itu, dia tidak bisa membuktikan dirinya keturunan Indonesia," tegas Yunus Nusi.

PSSI telah menunjuk anggota Komite Eksekutif, Hasani Abdulgani, untuk mengurusi proses naturalisasi pemain Timnas Indonesia. Proses diharapkan tak menemui kendala agar dalam waktu dekat para pemain keturunan sudah bisa memperkuat Tim Garuda.

vidio:Tanggapan Menpora Soal Bocoran 4 Pemain Naturalisasi dari Shin Tae yong untuk Timnas Indonesia

4 Kandidat

Sandy Walsh saat ini masih menunggu proses naturalisasinya rampung sehingga bisa membela Timnas Indonesia. (Instagram/@sandywalsh)
Sandy Walsh saat ini masih menunggu proses naturalisasinya rampung sehingga bisa membela Timnas Indonesia. (Instagram/@sandywalsh)

Sejauh ini ada empat pemain yang masuk proyeksi naturalisasi pemain Timnas Indonesia. Para pemain tersebut adalah Sandy Walsh (Belanda), Jordi Amat (Spanyol), Mees Hilgers (Belanda), dan Kevin Diks (Belanda).

Semuanya saat ini bermain di klub Eropa. Mereka adalah nama-nama yang diajukan langsung oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Kehadiran para pemain tersebut diharapkan bisa menjadi tambahan amunisi Timnas Indonesia pada masa depan. Tujuannya adalah agar Tim Merah Putih bisa meraih prestasi olahraga.

Syarat Mutlak

Empat pemain keturunan Indonesia yang berlaga di Eropa telah diajukan pelatih Shin Tae-yong untuk dinaturalisasi agar bisa membela Timnas Garuda. Dari keempatnya, Mees Hilgers berpeluang paling cepat, karena sama sekali belum pernah berseragam Timnas negara lain. (twitter@fctwente)
Empat pemain keturunan Indonesia yang berlaga di Eropa telah diajukan pelatih Shin Tae-yong untuk dinaturalisasi agar bisa membela Timnas Garuda. Dari keempatnya, Mees Hilgers berpeluang paling cepat, karena sama sekali belum pernah berseragam Timnas negara lain. (twitter@fctwente)

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, menyatakan dukungan pemerintah terkait rencana PSSI menaturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia. Namun, Zainudin menerapkan syarat mutlak bagi para calon kandidat.

Pemain yang akan dinaturalisasi diharapkan merupakan proyek jangka panjang untuk Timnas Indonesia. Artinya, dari segi usia tidak terlalu tua sehingga bisa berguna untuk masa depan.

"Pemerintah memfasilitasi dan melayani yang diinginkan PSSI. Namun, sekarang saya sangat selektif. Terutama dari segi umur," kata Amali dalam konferensi pers virtual, Kamis (18/11/2021).

"Sebelumnya, ada beberapa pemain yang dinaturalisasi namun hanya sebentar setelah itu masa produktifnya sudah lewat. Saya tidak mau seperti itu." tegas Zainudin Amali.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel