Menunggu Detik-detik Richard Branson Tinggalkan Jeff Bezos di Bumi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Jika tidak ada aral melintang, Richard Branson akan jadi miliarder pertama yang pergi ke luar angkasa. Ia meninggalkan Jeff Bezos di Bumi. Pemilik Virgin Galactic itu akan mengangkasa bersama dengan awak kapal lain dan rencananya akan disiarkan secara langsung melalui berbagai kanal.

Pria berusia 70 tahun tersebut akan terbang pada Minggu hari ini, 11 Juli 2021, menggunakan Pesawat VSS Unity milik Virgin Galactic. Dengan penerbangan yang dijuluki Unity 22 ini, seperti dikutip dari situs The Next Web, kendaraan SpaceTwoShip akan membawa pemiliknya ke luar angkasa.

Siaran langsung secara online atau live streaming bisa disaksikan melalui YouTube Channel Virgin Galactic (https://www.youtube.com/watch?v=RTpWYWIfP7Y), dan portal lainnya seperti Space.com. Live streaming akan dimulai pada pukul 09.00 pagi waktu setempat atau pukul 20.00 WIB pada Minggu malam ini.

Kendati demikian, belum ada jadwal pasti kapan pesawat yang ditumpangi Richard Branson akan mulai mengangkasa. Penerbangan tersebut akan memakan waktu sekitar 90 menit.

Dengan pesawat kembar WhiteKnightTwo akan membawa pesawat luar angkasa Richard Branson melewati awan. Kemudian, Roket VSS Unity akan menyala dan memberikan dorongan untuk lebih tinggi hingga mencapai ketinggian total sekitar 90 kilometer.

Pada titik itu, seluruh kru akan mengalami keadaan tanpa bobot atau melayang. Kondisi itu akan dirasakan semua awak selama empat menit di luar angkasa. Sebelumnya, Pendiri Amazon Jeff Bezos akan menjadi miliarder pertama yang terbang ke luar angkasa. Namun rencana itu tampaknya akan gagal.

Bezos dijadwalkan mengangkasa pada 20 Juli mendatang. Akan tetapi langsung disalip Richard Branson 9 hari lebih cepat. Meski begitu Jeff Bezos tidak mati akal. Ia dan perusahaan antariksanya, Blue Origin, menyindir Virgin Galactic di media sosial.

Dalam cuitannya di Twitter, Blue Origin membandingkan perjalanan luar angkasa yang mereka tawarkan dengan perjalanan yang disediakan oleh Virgin Galactic. Keduanya sama-sama menawarkan penerbangan suborbital, tapi Blue Origin ingin menekankan bahwa roket mereka akan terbang lebih tinggi.

Blue Origin mengatakan roket dan kapsul New Shepard akan membawa turis luar angkasa hingga ketinggian 100 kilometer (km), sedangkan Virgin Galactic hanya sampai ketinggian 80 km.

Blue Origin berargumen bahwa luar angkasa dimulai setelah melewati garis Karman di ketinggian 100 km. Tapi berdasarkan deskripsi NASA, NOAA, Federal Aviation Administration dan Angkatan Udara Amerika Serikat, luar angkasa secara teknis dimulai di ketinggian 80 km, seperti dikutip dari Mashable.

Selain itu, Blue Origin juga mengunggulkan jenis kendaraan yang mereka pakai yaitu roket. Sedangkan penerbangan Virgin Galactic dianggap lebih inferior karena menggunakan pesawat luar angkasa.

Karena menggunakan sistem roket dan kapsul, Blue Origin juga memamerkan perjalanannya bisa lebih dinikmati berkat jendela berukuran besar. Mereka beranggapan penumpang Virgin Galactic tidak bisa menikmati pemandangan luar angkasa yang sama karena hanya dilihat lewat jendela berukuran kecil seperti di pesawat terbang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel