Menurut 7 Perempuan, Ini Tantangan Terberat Mencari Jodoh di Usia 30-an

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Saat menginjak usia 30 tahun, seorang perempuan biasanya akan makin didesak untuk segera menikah. Banyak yang menganggap usia kita sudah sangat matang untuk menikah, bahkan jika tak kunjung menikah di usia 30an kita akan menjadi topik pembicaraan. Tentu saja tiap orang punya perjalanan dan perjuangannya masing-masing dalam menemukan jodoh. Mencari jodoh di usia 30an bagi seorang perempuan pun ada tantangannya sendiri.

Berikut ini pengalaman dan cerita dari tujuh perempuan usia 30an soal tantangan terberat yang mereka hadapi dan temui saat mencari jodoh di usia 30an. Mungkin di antara kita pun merasakan hal yang sama seperti mereka. Selengkapnya, langsung saja simak uraiannya di bawah ini, ya.

TERKAIT: Pada Akhirnya Setelah Menikah, Aku Belajar Mencintai Suamiku

TERKAIT: Jodoh Datang saat Aku Benar-Benar Pasrah Menyerahkan Segalanya pada Tuhan

TERKAIT: Ibu Menjadi Orang Paling Sibuk dalam Persiapan Pernikahanku

1. Tina, 33 Tahun

"(Tantangan terberatnya) adalah pikiran sendiri. Karena usia 30 beda sama belasan tahun. Kalau mikir soal jodoh, sekarang banyak pertimbangan. Misal, ada yang dekat sama kita, (yang dipikirkan) bukan cuma cinta saja. Sekarang pun kriteria jodoh bukan soal fisik nomor satu. Dulu, asal cakep ya sudah. Sekarang, semuanya jadi bahan pertimbangan."

2. Momo, 32 Tahun

"Makin banyak saingan. Karena saingannya bukan yang seumuran kita, tapi juga 'dedek-dedek gemes'. Makanya, skincare sekarang kudu kenceng, hehe."

3. Erika, 31 Tahun

"Kalau aku pribadi, pertama agak sulit menemukan circle pertemanan yang baru karena circle pertemanan saat ini mostly married. Kedua, waktu lebih banyak dihabiskan bekerja. Ketiga, zona nyaman single."

4. Nita, 32 Tahun

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Vershinin89
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Vershinin89

"Ya bagaimana ya. Ketika kenal pria baru pasti terbayang-bayang mantan terindah. Selalu saja ada yang dibandingkan. Chemistry dan perasaan kadang belum didapatkan. Bukan berarti (terlalu) pilih-pilih, tapi lebih ingin cari yang pas di hati. Kadang ada pria mapan dan ganteng, tapi hati tidak bisa menerimanya, gimana dong?"

5. Hany, 31 Tahun

"Kalau aku tantangan terbesarku adalah waktu dan komitmen. Dari dulu aku gampan bosan pacaran, nggak pernah lebih dari tiga bulan. Pas ketemu pria yang klik, lha kok dianya suka pria juga. Sekarang cari yang 'klik' susah. Bisa jadi ketemu yang sudah bikin nyaman tapi mau maju untuk menikah pasti ada rasa takut. Soalnya aku sendiri paham dengan sifatku, padahal aku sudah ada niat menikah sekarang."

6. Fitri, 32 Tahun

"Tantangan terberat mencari jodoh... Hm, mungkin sih circle. Apalagi dengan pekerjaanku sebagai tentor dan 90% temanku perempuan. Dan kalau pun ada pria, umurnya jauh di bawahku. Jadi kayaknya, aku nggak mungkin dapat jodoh dari lingkungan tempat kerja. Kalau circle yang di luar tempat kerja, berarti teman sekolah dan kuliah tapi 95% dari mereka sudah berkeluarga. Terus, tantangan yang lain adalah lebih rasa nyaman sendiri. Semakin ke sini, semakin cuek kita dengan omongan orang. Jadi lebih mikir ke diri sendiri. Sama rasa paranoid karena nggak semua rumah tnagga teman-temanku berjalan sempurna, jadi waktu jadi 'tempat sampah' mereka sedikit banyak aku jadi paranoid sendiri. Jadi, semakin memperkuat persepsi sendiri kalau aku sendiri bisa menjalani hidupku sendiri."

7. Winda, 30 Tahun

"Pertama, trauma, hehe. Kedua, circle pertemanan makin luas tapi tidak dengan kenyamanan. Ketiga, sudah fokus sama diri sendiri jadi mikir mendalam apakah aku siap berbagi sama orang lain?"

Masing-masing dari kita akan dihadapkan pada tantangan dan perjuangan sendiri soal mencari hubungan yang nyaman di hati. Apa pun yang terjadi, semoga kita semua tetap bisa menjalani hidup dengan bahagia, ya. Soal jodoh, pasti akan ada waktu yang tepat untuk itu bagi kita semua.

Sahabat Fimela sendiri, apakah merasakan hal yang juga dirasakan oleh para perempuan di atas? Atau mungkin punya pengalaman dan cerita sendiri? Boleh lho berbagi cerita di sini.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel